Kumparan Logo
Pemilu AS 2020-Pemilu Amerika Serikat-Joe Biden
Calon presiden dari Partai Demokrat AS Joe Biden.

Joe Biden Usai Menang Pemilu AS: Mari Singkirkan Kemarahan, Saatnya Bersatu

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Calon presiden dari Partai Demokrat AS Joe Biden.
 Foto: Kevin Lamarque / REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Calon presiden dari Partai Demokrat AS Joe Biden. Foto: Kevin Lamarque / REUTERS

Kandidat Partai Demokrat, Joe Biden, terpilih sebagai Presiden ke-46 Amerika Serikat (AS) usai mengantongi 273 suara elektoral pada Sabtu (7/11) waktu setempat. Sementara rivalnya, Donald Trump, baru mendapatkan 214 suara elektoral.

Diketahui untuk memenangi Pemilu, kandidat minimal harus memperoleh 270 suara elektoral.

Biden kemudian memberikan pernyataan pertamanya usai dinyatakan sebagai pemenang Pemilu AS 2020. Dikutip dari CNN, Biden merasa terhormat diberi kepercayaan bersama Wapresnya, Kamala Harris, untuk memimpin negeri Paman Sam.

Ia menilai kemenangannya membuktikan bahwa AS masih menjunjung tinggi demokrasi.

"Dalam menghadapi rintangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, sejumlah besar orang Amerika memberikan suara. Membuktikan sekali lagi, bahwa demokrasi masih berdetak kencang di jantung Amerika," ucap Biden dalam keterangan tertulisnya.

Konferensi Pers Joe Biden di Wilmington, Delaware, US. Foto: Reuters/Kevin Lamarque

Dengan hasil akhir ini, Biden berharap seluruh warga AS kembali bersatu dan meninggalkan kemarahan yang terjadi selama proses Pemilu.

"Dengan proses Pemilu yang sudah selesai, ini saatnya untuk menyingkirkan kemarahan dan retorika keras di belakang kita, dan bersatu sebagai sebuah bangsa," kata Biden.

"Inilah waktunya bagi AS untuk bersatu, dan menyembuhkan. Kita adalah AS, dan tidak ada yang tidak dapat kita lakukan, jika kita melakukannya bersama," lanjutnya.

X post embed

Sementara di Twitter, Biden berjanji bakal menjadi Presiden untuk seluruh warga AS.

"Pekerjaan di depan akan sulit, tetapi saya berjanji kepada Anda: Saya akan menjadi Presiden bagi semua orang Amerika - baik Anda yang memilih saya atau tidak," cuitnya.