kumparan
8 Juni 2018 10:49

Johan Budi: Yudi Latif Mundur dari BPIP karena Urusan Keluarga

Jubir Presiden Johan Budi
Jubir Presiden Johan Budi (Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan)
Kepala Badan Pemantapan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudi Latif secara tiba-tiba mengundurkan diri dari jabatannya. Juru Bicara Presiden Johan Budi mengatakan, Yudi mundur dari BPIP karena alasan keluarga.
ADVERTISEMENT
"Jadi kalau dalam surat yang diacu Pak Yudi Latif, peningkatan kapasitas UKP ke BPIP disetarakan menteri membutuhkan tingkat kesibukan yang lebih tinggi. Menurut Yudi Latif di surat pengunduran diri itu, beliau merasa tidak sanggup karena ada urusan keluarga yang perlu diintensifkan dengan Yudi Latif," ucap Johan, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (8/6).
Johan melanjutkan, surat pengunduran diri Yudi sudah ia sampaikan kepada Presiden Joko Widodo dan juga kepada Mensesneg Pratikno dan Seskab Pramono Anung. Namun, surat itu, hingga saat ini belum direspons Jokowi.
Meski demikian, Johan menyebut, mundur dari jabatan adalah hak semua orang, termasuk Yudi. Apalagi, tugas Yudi selama setahun sebagai kepala BPIP dinilai sudah baik.
Yudi Latif Ketua BPIP
Yudi Latif Ketua BPIP (Foto: Rafyq Alkandy Ahmad Panjaitan/kumparan)
"Pak Yudi Latif setelah setahun di UKP dan BPIP merasa transformasi itu, yang juga dikerjakan BPIP, sudah hampir selesai. Itu tugasnya dianggap Pak Yudi Latif selesai termasuk urusan keluarga yang membutuhkan perhatian besar dari Pak Yudi Latif," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Johan mengaku ia belum membaca surat resmi pengunduran diri Yudi Latif karena surat itu baru sampai pagi tadi. Ia juga menyebut, belum bisa mencari pengganti Yudi karena surat itu belum mendapat tanggapan dari Jokowi.
"Saya belum bisa jawab itu karena belum. Bagaimana nanti respons presiden dulu," ucap dia.
Dalam tulisan di Facebook-nya yang diposting pada Jumat (8/6), Yudi tidak membeberkan alasan dirinya mengundurkan diri. Hanya saja, dia menyebut lembaga yang dulunya bernama UKP-PIP setelah bertranformasi sebagai BPIP butuh pemimpin baru yang lebih tepat.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan