News
·
23 Februari 2021 15:12

Jokowi: Diplomasi Sejak Awal Pandemi, RI Pertama di Asia Tenggara yang Divaksin

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Jokowi: Diplomasi Sejak Awal Pandemi, RI Pertama di Asia Tenggara yang Divaksin (29768)
Presiden Joko Widodo diperiksa sebelum disuntik vaksin corona Sinovac dosis ke-2 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (27/1). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi menyinggung pentingnya vaksinasi dalam penanganan pandemi corona saat ini. Jokowi mengatakan, Indonesia termasuk beruntung karena menjadi negara yang sudah mengamankan komitmen untuk vaksin.
ADVERTISEMENT
Namun, kata Jokowi, Indonesia terus mendorong agar ada kesetaraan negara-negara di dunia dalam mengakses vaksin corona.
"Indonesia termasuk salah satu negara yang beruntung, kita ini beruntung. Dari awal pandemi bergerak untuk mengamankan akses dan komitmen pasokan vaksin untuk negara kita Indonesia," ujar Jokowi saat memberi sambutan secara virtual dalam International Conference on COVID-19 Pandemic yang diadakan Ikatan Alumni Universitas Padjajaran, Selasa (23/2).
Jokowi mengatakan, komitmen vaksin COVID-19 bukanlah instan. Menurut dia, Indonesia telah melakukan lobi untuk mendapatkan vaksin corona sejak pandemi dimulai.
Lobi ini pun akhirnya berbuah hasil.
"Diplomasi vaksin kita sudah berjalan dari sejak awal pandemi, hasilnya Indonesia adalah termasuk negara pertama di Asia Tenggara yang telah memulai vaksinasi sejak Januari 2021 dan dapat rampung pada akhir tahun ini. Ini memang tantangan yang berat namun kita akan berusaha sekuat tenaga untuk mencapai target tersebut," kata Jokowi.
ADVERTISEMENT
Tak hanya berniat mengamankan vaksin corona untuk kebutuhan dalam negeri, Jokowi menyebut Indonesia juga terus berjuang agar seluruh negara di dunia bisa mendapatkan vaksinasi.
Salah satunya menjadi co-chairs dari COVAX AMC Engagement Group di tingkat PBB.
"Sudah menjadi tekad Indonesia untuk mengamankan akses vaksin bagi kebutuhan nasional namun selalu berupaya untuk berkontribusi bagi negara-negara lain bagi dunia," kata Jokowi.
"Oleh karena itu pentingnya kesetaraan akses terhadap vaksin bagi semua negara terus saya bawakan sampai di tingkat PBB," jelas dia.
protokol kesehatan secara ketat pakai masker menjaga jarak mencuci tangan dan terus melakukan testing tracing dan treatment.