Politik
·
10 Januari 2019 17:33

Jokowi: Jangan Telan Mentah-mentah Fitnah yang Bertebaran

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Jokowi: Jangan Telan Mentah-mentah Fitnah yang Bertebaran (48371)
Presiden Joko Widodo menyapa pengunjung dan pedagang di Pasar Grosir Ngemplak di Desa Botoran, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr)
Saat meluncurkan penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) di Ciracas, Jakarta Timur, Presiden Jokowi berpesan agar seluruh masyarakat menjaga persatuan dan kesatuan di tahun politik. Jokowi meminta masyarakat agar tak terpengaruh dengan isu-isu yang berpotensi memecah belah bangsa.
ADVERTISEMENT
Apalagi, jika dalam satu kelompok masyarakat terdapat perbedaan khususnya di bidang politik.
"Bahwa aset terbesar bangsa Indonesia persaudaraan, persatuan, kerukunan dan saya titip. Marilah kita rawat dan jaga bersama-sama persaudaraan kitan, kerukunan kita sebagai saudara sebangsa," kata Jokowi di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (10/1).
"Jangan sampai karena urusan politik karena pemilihan gubernur, bupati dan pilpres kita ini kayak bukan seperti saudara," jelasnya.
Jokowi kemudian mencontohkan sejumlah isu yang berpotensi memecah belah. Misalnya isu PKI yang menimpanya jelang pilpres.
"Contoh itu, presiden Jokowi PKI, banyak sekali itu. Saya sabar-sabar, enggak ngomong saya, sekarang saya ngomong. Boleh kan. PKI, itu dibubarkan 1965, 1966. Saya lahir 61. Umur saya baru 4 tahun. Masa ada PKI balita. Lucu banget," jelasnya.
ADVERTISEMENT
"Umur masih 4 tahun. Misalnya dicek saja, kediaman orangtua saya. Kediaman kakek-nenek saya. Gampang banget kok. Saya enggak marah, saya ingin memberi tahu. Keluarga saya muslim, bapak ibu muslim. Jangan dibawa ke mana-mana," lanjutnya.
Jokowi: Jangan Telan Mentah-mentah Fitnah yang Bertebaran (48372)
Jokowi Bagikan PKH dan KIP di Gresik (Foto: Biro Pers Setpres)
Lebih lanjut, Jokowi meminta masyarakat tidak menelan mentah-mentah seluruh informasi atau isu yang beredar. Apalagi, berbagai isu tersebut belum terkonfirmasi kebenarannya.
"Setiap 5 tahun itu ada. Jangan sampai kita terbawa kabar kabar fitnah yang bertebaran di mana-mana. Hati-hati informasi yang ada. Jangan sampai kita makan mentah-mentah," jelasnya.
Terakhir, Jokowi mengingatkan agar tak ada pihak lain yang sengaja menyebar hoaks yang berujung perpecahan. Sehingga, nilai-nilai persatuan dan kerukunan antar sesama dapat terjaga.
"Ini orang-orang nakal yang merekayasa memasang sehingga menjadi sebuah fitnah besar. Jangan seperti itu. Karena kita memiliki etika mempunyai nilai-nilai agama yang baik," ujarnya.
ADVERTISEMENT
"Sekali lagi saya enggak marah. Marilah kita menjaga merawat bersama-sama persaudaraan kita kerukunan kita sehingga bangsa ini menjadi bangsa besar," pungkasnya.