kumparan
26 Februari 2018 16:53

Jokowi-JK Ngobrol 2 Jam Bahas Kondisi Negara hingga Ekonomi Global

Acara Financial Closing PINA Proyek Waskita
Jusuf Kalla dan Jokowi. (Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan)
Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan tertutup dengan Wapres Jusuf Kalla di Istana Merdeka, Senin (26/2) siang. Pertemuan tersebut berlangsung di tengah riuh bursa cawapres untuk Jokowi setelaah ia resmi dideklarasikan jadi capres oleh PDIP.
ADVERTISEMENT
Presiden Jokowi menyebut pertemuan dengan JK untuk membahas masalah ekonomi.
"Urusan investasi dan ekspor dan insentif-insentif ya. Nanti Minggu ini setelah Pak Wapres dari Afghanistan akan kita matangkan lagi. Tapi intinya kita sudah mulai detailnya ada. Ceklis yang harus kita lakukan, apa-apa yang sudah dan semuanya secara detail sudah kelihatan semuanya," ujar Jokowi usai mengunjungi Wisma Atlet, Kemayoran, Senin (26/2).
Pertemuan dengan Jokowi menyebabkan Wapres JK telat menghadiri acara Silaturahmi Nasional KAHMI di kantor Wapres, Jalan Veteran III, Jakarta Pusat. Silatnas KAHMI sedianya digelar pada pukul 15.00 WIB namun JK baru tiba sekitar publik 15.40 WIB.
"Pertama saya minta maaf karena telat setengah jam. Saya agak lama bicara dengan sebelah jadi agak telat datang. Biasa begitu, kalau kita bicara tentang negara, suka lupa waktu," ujar JK saat membuka silatnas KAHMI.
ADVERTISEMENT
JK mengaku dalam pertemuannya dengan Jokowi, keduanya membahas beragam isu. "Saya berdiskusi panjang dengan presiden hampir dua jam. Bagaimana bangsa ini adil," tuturnya.
Selain itu, Jokowi dan JK juga membahas soal kondisi ekonomi Indonesia serta bagaimana Indonesia eksis di ekonomi global.
"Bagaimana ekonominya adil, bagaimana ekonomi tumbuh tapi semua bisa menikmat, kemiskinan dikurangi, bagaimana bersaing dengan Thailand, Malaysia. Jangan kita kalah," tuturnya.
Namun, JK tak menjelaskan apakah keduanya juga membahas soal pilpres 2019.
Setelah PDIP mendeklarasikan Jokowi sebagai capres, bursa cawapres memanas. Sejumlah nama muncul mulai dari Menko PMK Puan Maharani, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko, Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan, hingga Wapres JK. Namun, JK memilih tidak maju Pilpres 2019 karena ingin mengabdi di bidang yang lain seperti pendidikan dan kemanusiaan.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan