kumparan
25 Feb 2019 13:58 WIB

Jokowi Kaji Peningkatan Anggaran PKH dan Bantuan Pangan Non-Tunai

Presiden RI, Jokowi, blusukan ke Pasar Pelem Gading, Cilacap, Senin (25/2). Foto: Fahrian Saleh/kumparan
Presiden Jokowi menyalurkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai kepada 1.257 keluarga di Cilacap, Jawa Tengah, Senin (25/2).
ADVERTISEMENT
Sebanyak 1.257 keluarga tersebut terdiri dari 500 keluarga yang berasal dari 16 kecamatan di Kabupaten Cilacap. Ada pula 757 keluarga penerima manfaat PKH yang berasal dari tiga kecamatan yaitu Cilacap Tengah, Cilacap Utara, Cilacap Selatan.
Tak hanya itu, Jokowi menyebut kemungkinan menaikkan anggaran bansos dari pemerintah. Hal ini disampaikan Jokowi dalam pidatonya di depan warga Cilacap penerima PKH dan BPNT.
"Pengin diteruskan? Tahun depan pengin ditambah? Nggih nanti kita hitung kalau anggaran dan ruang ada dan uang ada, Insyaallah akan kita tambah," kata Jokowi di lokasi.
Jokowi pun mengingatkan agar bantuan sosial yang sudah diberikan pemerintah digunakan dengan sebaik-baiknya. Ia meminta agar penggunaan bantuan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan anak sekolah dan pemenuhan gizi keluarga.
ADVERTISEMENT
"Ya kalau dipakai itu yang sangat penting. Berkali-kali saya jelaskan bahwa anggaran PKH untuk beli seragam sekolah, sepatu sekolah, buku bisa, telur bisa, bisa dipakai untuk gizi anak-anak kita," jelasnya.
"Kalau beli telurnya dua dimasak jadi telur dadar ini yang makan paling banyak siapa yang dipilih? Anak, bapak atau ibu? Anak didahulukan, anak. Sisanya bapak sama ibunya. Ini benar? Nggih," lanjut Jokowi.
Untuk diketahui nilai bantuan sosial untuk Provinsi Jawa Tengah Tahap I Tahun 2019 adalah Rp 2 triliun, terdiri dari PKH sebesar Rp 1,7 triliun untuk 1.449.066 keluarga dan BPNT sebesar Rp 284 miliar untuk 2.583.813 keluarga.
Sementara itu, bantuan sosial untuk Kabupaten Cilacap Tahap I Tahun 2019 terdiri dari PKH sebesar Rp 92 miliar untuk 77.745 keluarga dan BPNT sebesar Rp15 miliar untuk 141.758 keluarga.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan