kumparan
News12 Maret 2020 11:54

Jokowi: Saya Pernah Beli Durian Mahal untuk Ultah Bu Iriana, tapi Enggak Enak

Konten Redaksi kumparan
PTR- Jokowi - penanganan corona
Presiden Joko Widodo saat menyampaikan keterangan pers di beranda belakang Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/3). Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Presiden Jokowi membuka Musyawarah Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) IX di Istana Negara, Jakarta, Kamis (12/3). Di sela-sela sambutannya, Jokowi curhat pernah membeli durian mahal untuk sang istri, Iriana.
ADVERTISEMENT
Durian itu kemudian diberikan sebagai hadiah ulang tahun Iriana Jokowi. Sayangnya, setelah dicoba, rasa dari durian yang mahal itu tidak seenak durian pada umumnya.
"Durian dari kita itu ada yang enak, ada yang enggak enak. Campur-campur. Saya pernah beli durian mahal, harga mahal, barang saya lihat bagus, saya pakai untuk hadiah ulang tahun Ibu Jokowi. Saya beli satu. Sampai di rumah dibuka enggak enak," kata Jokowi disusul tawa hadirin.
Jokowi menceritakan pengalaman itu bukan tanpa alasan. Dari kejadian itu, dia ingin ada pemanfaatan lahan di sejumlah wilayah Indonesia untuk ditanami durian.
Jokowi ajak Ibu Negara Iriana
Jokowi ajak Ibu Negara Iriana berlayar ulang, menaiki kapal pinis di Labuan Bajo Foto: Dok. Agus Suparto
Presiden Jokowi yakin, dengan tata kelola yang baik, durian yang dihasilkan akan berkualitas.
"Ini harus memang ada sebuah manajemen yang bagus dalam sebuah hektare yang luas, tapi barang yang dibuka dari kebun harusnya enak-enak semuanya karena memang ada manajemen pembibitan yang bagus, spesiesnya memang yang betul," ucap Jokowi.
ADVERTISEMENT
"Masa kita enggak bisa? Masa HKTI enggak bisa? Saya yakin bisa," tambahnya.
durian
Ice Durian Selalu di Hati, Cirebon Foto: Azalia Amadea/Kumparan
Jokowi mengungkapkan banyak permintaan buah khas negara tropis itu dari sejumlah negara salah satunya China. Dengan begitu, mereka bisa mengekspor hasil dari dalam negeri tersebut.
"Ada lagi durian. Durian itu permintaan dari Tiongkok, bukan besar, besar sekali, tapi kita enggak bisa supply dengan kualitas yang diinginkan mereka," jelasnya.
Jokowi juga memberikan catatan bahwa mayoritas lahan kosong di Indonesia ditanami karet dan sawit. Menurutnya hal itu tidak baik dan cukup memberikan pengaruh besar jika harga karet dan sawit turun.
"Anda yang memiliki 10 ribu hektare yang banyak di lahan negara kita dari dulu sawit, karet dari dulu itu. Nanti kalau harganya turun kayak sekarang karet, sakit bareng-bareng nanti, beberapa tahun lalu sawit beberapa turun sakit bareng-bareng," tutur Jokowi.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan