Jokowi Sebut Banjir karena Masyarakat Buang Sampah Sembarangan

Kesekian kalinya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pentingnya evakuasi korban atas bencana banjir yang menimpa wilayah Jakarta dan sekitarnya yang terjadi sejak Rabu (1/1) dini hari hingga saat ini.
Tak hanya itu, Jokowi juga meminta agar semua pihak terkait baik dari pemerintah atau kelompok masyarakat untuk saling membantu mengatasi persoalan itu.
"Tetapi saya ingin kerja sama itu dibangun pusat, provinsi, dan kabupaten/kota agar semuanya bisa tertangani. Tapi yang terpenting saat kejadian saat ini adalah evakuasi korban, keselamatan dan keamanan masyarakat harus didahulukan," kata Jokowi usai membuka perdagangan perdana di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (2/1).
Untuk mencegah agar banjir tak terjadi lagi, maka Jokowi menjanjikan akan membahasnya bersama mulai dari pemerintah pusat, kota hingga ke wilayah kabupaten.
"Ini harus dikerjakan bersama-sama. Pemerintah pusat, pemprov, pemerintah kabupaten dan kota semuanya bekerja sama dalam menangani ini," ujarnya.
"Karena ada yang disebabkan kerusakan ekosistem, kerusakan ekologi yang ada, tapi juga ada yang memang karena kesalahan kita yang membuang sampah di mana-mana. Banyak hal," tambahnya.
Termasuk pembahasan mengenai pembangunan infrastruktur yang bisa mencegah banjir kembali terjadi.
"Nanti urusan penanganan banjir secara infrastruktur akan kita kerjakan setelah penanganan evakuasi selesai," ujarnya.
Banjir yang mengawali Tahun Baru 2020 menimbulkan banyak kerugian dan korban. BNPB mencatat 16 orang meninggal akibat banjir dan longsor di wilayah Jabodetabek.
Korban meninggal disebabkan hipotermia, terbawa arus, tersengat listrik, hingga tertimbun longsor. BNPB mengungkapkan korban meninggal di Jakarta ada 8 orang, Kota Bekasi 1 orang, Kota Depok 3 orang, Kota Bogor 1 orang, Kota Tangerang 1 orang, dan Kota Tangerang Selatan 1 orang.

