kumparan
17 Januari 2019 22:22

Jokowi Serang Prabowo soal Eks Napi Nyaleg Terbanyak dari Gerindra

Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin menjawab pertanyaan saat Debat Pertama Capres & Cawapres 2019. (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)
Calon presiden Joko Widodo 'menyerang' Prabowo Subianto soal partainya, Gerindra, yang paling banyak mencalonkan mantan narapidana korupsi sebagai calon anggota legislatif (caleg) di Pileg 2019. Jokowi menggunakan data Indonesia Corruption Watch (ICW) untuk menguatkan pertanyaannya.
ADVERTISEMENT
"Kita tahu korupsi itu kejahatan yang luar biasa. Bahkan Pak Prabowo mengatakan korupsi di Indonesia sudah stadium 4. Meskipun saya enggak setuju. Menurut ICW, ini menurut ICW, partai yang bapak pimpin, termasuk yang paling banyak mencalonkan mantan koruptor atau mantan napi korupsi," ujar Jokowi kepada Prabowo dalam sesi debat Pilpres 2019 di Hotel Bidakara Jakarta Selatan, Kamis (17/1).
Jokowi kembali 'menyerang'. "Yang saya tahu, caleg itu ditandatangani oleh Bapak, jadi bagaimana, Pak?" lanjutnya.
Prabowo dengan tegas langsung membantah. Bahkan ia mengaku belum menerima laporan dari ICW soal temuan tersebut.
"Itu benar-benar sangat subjektif, saya tak setuju itu, saya seleksi caleg tersebut. Kalau ada bukti silakan laporkan ke kami," sanggah Prabowo.
ADVERTISEMENT
Data yang dirilis ICW per September 2019, Gerindra paling banyak mendaftarkan caleg mantan koruptor sebanyak enam orang. Mereka adalah:
DPRD Provinsi
1. Mohamad Taufik (DKI Jakarta III)
2. Herry Jones Johny Kereh (Sulawesi Utara I)
3. Husen Kausaha (Maluku Utara IV)
DPRD Kab/Kota
1. Al Hajar Syahyan (Tanggamus IV, Lampung)
2. Ferizal (Belitung Timur I, Kep. Bangka Belitung)
3. Mirhammuddin (Belitung Timur II, Kep. Bangka Belitung)
Sementara data terbaru ICW per Januari 2019, Golkar menjadi penyumbang caleg mantan koruptor terbanyak yakni tujuh orang, disusul Gerindra sebanyak enam orang. Kader Golkar tersebut adalah:
1. DPRD Maluku Utara, Hamid Usman
2. DPRD Banten, Desy Yusandi
3. DPRD Banten, Agus Mulyadi
4. DPRD Pandeglang, Heri Baelanu,
ADVERTISEMENT
5. DPRD Pandeglang, Dede Widarso
6. DPRD Tojo Una-Una, Saiful lami
7. DPRD Blitar, Edy Muklison
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan