kumparan
14 Juli 2019 23:42

Jokowi Tak Sebut Nama Prabowo dalam Pidato Kemenangan

Joko Widodo bersama Ma'ruf, pidato kemenangan di Sentul International Convention Center (SICC)
Joko Widodo saat menyampaikan pidato kemenangan di Sentul International Convention Center (SICC), Minggu (14/7). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Pidato kemenangan calon presiden Joko Widodo bertajuk 'Visi Indonesia' malam ini tak sedikitpun menyebutkan nama Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam pidatonya. Dia hanya memaparkan visi misinya selama lima tahun ke depan.
ADVERTISEMENT
Menanggapi hal itu, Direktur Program TKN Aria Bima mengatakan, memang tidak secara eksplisit Jokowi menyebutkan nama Prabowo. Pasalnya pidato malam ini fokus untuk menerjemahkan Program Jokowi-Ma'ruf lima tahun ke depan.
"Karena ini lebih menerjemahkan program prioritas setelah visi misi program kegiatan yang tentunya pertemuan-pertemuan dengan Pak Prabowo akan lebih dilanjutkan yang lebih spesifik dan lebih khusus," kata Aria di SICC, Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/7).
Direktur Program TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Aria Bima.
Direktur Program TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Aria Bima. Foto: Lutfan/kumparan
Aria mengaku hal itu tak masalah, sebab Jokowi secara tidak langsung juga menyebut membangun bangsa harus dilakukan secara bersama-sama.
"Seharian kemarin sudah disebut temen temen (media) 24 jam tambah tadi pagi, semua selesai, pada intinya secara implisit disinggung bahwa kita tidak mungkin, hal ini tidak membangun dengan kebersamaan," ujarnya.
Joko Widodo bersama Ma'ruf, pidato kemenangan di Sentul International Convention Center (SICC)
Pendukung Jokowi-Ma'ruf di acara pidato kemenangan di Sentul International Convention Center (SICC), Minggu (14/7). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
ADVERTISEMENT
Lebih jauh, menurut Politikus PDIP itu penyampaian Jokowi soal pondasi Pancasila sebagai komitmen bernegara dan berbangsa jelas ditujukan sebagai ajakan bersama dalam membangun bangsa dan negara.
"Itu jelas jelas sekali itu menunjukkan bahwa tidak hanya Pak Jokowi kiyai Ma'ruf partai dan para pengusungnya tapi kebersamaan dengan Pak Prabowo-Sandi partai pengusung dan para pendukungnya itu penting" katanya.
"Narasi kebersamaan, narasi kebangsaan harus dikedepankan karena hanya dengan itulah persoalan yang semakin kompleks ini bisa teratasi," tegasnya.
Dalam pidatonya itu, Jokowi fokus berbicara mengenai pembangunan infrastruktur, SDM, investasi asing untuk lapangan pekerjaan, reformasi birokrasi hingga efisiensi APBN.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan