kumparan
22 Apr 2019 23:28 WIB

Jokowi Unggul Versi Quick Count, Relawan di Bali Joged Bumbung

Semeton Jokowi Gelar Acara Syukuran Menang Pilres Versi QC di Bali. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Relawan Paslon 01 Jokowi Ma'ruf yang tergabung dalam Semeton Jokowi menggelar syukuran Pilpres 2019. Para relawan ini mengklaim Paslon 01 menang versi hitung cepat (quick count).
ADVERTISEMENT
Ketua Semeton Jokowi, IG Agung Putri Astrid Kartika, mengatakan, berdasarkan quick count di sejumlah media massa, paslon 01 berhasil meraup suara sebesar 92,5 persen di Bali. Menurutnya, keunggulan tersebut patut dirayakan lantaran para relawan sebelumnya hanya menargetkan 80 persen suara.
Semeton Jokowi Gelar Acara Syukuran Menang Pilres Versi QC di Bali. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
"Syukuran atas kemenangan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin dalam quick count sebesar 92,5 persen. Itu adalah sebuah kejutan yang luar biasa buat kami, bahwa rakyat Bali mempercayakan nasibnya, masa depannya, kepada Jokowi, dan hampir rata 90 persen," kata Putri saat acara syukuran di Denpasar, Senin (22/4) malam.
Acara yang digelar pukul 21.00 WITA itu diisi dengan pemotongan tumpeng dan Joged Bumbung. Joded Bumbung adalah satu tarian tradisional yang kerap dipentaskan dalam acara sosial kemasyarakatan di Bali. Tarian asal Buleleng ini juga masuk sebagai salah satu dari sembilan Tari Bali yang menjadi warisan budaya tak benda dunia.
ADVERTISEMENT
Para penari yang mengenakan pakaian tradisional dilengkapi kipas meliukkan tubuhnya. Pantauan kumparan, relawan tampak mengundang dua penari perempuan untuk berjoged. Setiap relawan dipersilakan menari bersama para penari yang mengenakan pakaian merah dan hijau itu. Sejumlah relawan juga mendekatkan tubuhnya di belakang penari, melenggok serasi.
Semeton Jokowi Gelar Acara Syukuran Menang Pilres Versi QC di Bali. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Kartika mengatakan, Joded Bumbung ini memang sengaja digelar untuk memeriahkan acara. "Karena joged sangat dekat dengan masyarakat dan kami ingin kemenangan itu bukan dirasakan di elite tapi dirasakan oleh masyarakat," tuturnya.
"Jokowi merupakan wajah dari Indonesia, wajah dari kebinekaaan, Jokowi konsisten untuk menempuh jalur kampanye yang merangkul seluruh pihak dari berbagai suku, ras, agama sehingga wajah kebinekaannya sangat kuat. Bagi masyarakat Bali itu sangat penting, bahwa kebinekaan Itulah yang menjadi pilar utama, karena kontribusi terbesar dari Bali adalah kebinekaan itu," kata dia.
ADVERTISEMENT
Video
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan