Lipsus Mafia Tanah

Jubir BPN: Mafia Tanah Sudah Ada Sejak Orde Baru (3)

27 Desember 2021 11:08
·
waktu baca 6 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Juru Bicara Kementerian Agraria dan Tata Ruang Teuku Taufiqulhadi mengakui, masih banyak mafia tanah yang beredar di masyarakat hingga saat ini. Jumlahnya tak sedikit, tercatat sejak 2018 hingga Juni 2021 Satgas Anti Mafia Tanah Kementerian ATR/BPN sudah menangani 242 kasus yang melibatkan para mafia itu.
Para mafia tanah bekerja sama dengan oknum di instansi pemerintah untuk memuluskan rekayasa kepemilikan lahan dan mengambil hak tanah dengan cara-cara yang tak sesuai aturan. kumparan berbincang dengan Taufiqulhadi seputar mafia tanah yang ‘mencengkeram’ BPN. Berikut wawancara lengkapnya:
Mafia itu adalah sosok yang memiliki kekuatan yang bisa menggerakkan wewenang dari pihak berwenang untuk bertindak atas perintahnya. Mafia ini membentuk jaringan. Ada jaringan di Kementerian ATR/BPN, di lembaga penegakan hukum, kemudian bisa juga ada di tingkat desa, kepala desa, camat. Semuanya adalah orang yang berwenang yang digerakkan oleh dia, untuk kepentingan dia, dengan melawan hukum dengan kekuatan uang dan jasa untuk menguasai tanah.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanplus
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanplus
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Mafia tanah merajalela. Dari Cakung sampai Makassar, mereka menyerobot lahan dan memperdaya korbannya. Mafia-mafia itu bahkan punya kaki tangan di Badan Pertanahan Nasional. Bagaimana bisa? Seperti apa modus dan sepak terjangnya? Klik di bawah.