News
·
21 Juli 2021 18:33
·
waktu baca 2 menit

Jubir Luhut Kecewa Masih Ada Kerumunan saat Idul Adha: Imbauan Menag Diabaikan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Jubir Luhut Kecewa Masih Ada Kerumunan saat Idul Adha: Imbauan Menag Diabaikan (43761)
searchPerbesar
Umat Islam melaksanakan salat Idul Adha di kawasan Bulak Sari, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (20/7/2021). Foto: Didik Suhartono/ANTARA FOTO
Jubir Koordinator PPKM Level 4 Luhut B Pandjaitan, Jodi Mahardi, mengaku kecewa masih banyak warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan saat aturan diberlakukan. Salah satunya, ia menyayangkan masih banyak yang melaksanakan salat Id berjemaah di masjid hingga berkerumun saat kurban pada Idul Adha lalu.
ADVERTISEMENT
Menurut surat edaran Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2021, warga di zona merah yang diberlakukan PPKM itu seharusnya tak boleh melaksanakan salat Id berjemaah di masjid. Adapun pemotongan daging kurban tak boleh dihadiri warga selain panitia.
“Keterpaduan kita dalam menjalankan PPKM Darurat ini sangat penting. Tidak bisa salah satu ketat dan yang lain kendur. Sayangnya pada perayaan Idul Adha 1442 H kemarin, pemerintah menemukan beberapa daerah yang masih melakukan pelanggaran prokes yang dianjurkan,” kata Jodi dalam jumpa pers PPKM di YouTube FMB9ID_IKP, Rabu (21/7).
“Masih ada kelompok masyarakat yang menghiraukan SE Menag tentang protokol kesehatan dalam penyelenggaraan salat Idul Adha dan pelaksanaan kurban, dan juga imbauan dari MUI serta organisasi keagamaan lain,” imbuh dia.
Jubir Luhut Kecewa Masih Ada Kerumunan saat Idul Adha: Imbauan Menag Diabaikan (43762)
searchPerbesar
Umat Muslim melaksanakan salat Idul Adha di Pangkalan Pasir, Kali Baru, Cilincing, Jakarta, Selasa (20/7). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Di sisi lain, baru-baru ini juga timbul kerumunan demo di Bandung dan Ambon. Dalam aksi tersebut, massa aksi meminta agar pemerintah membatalkan perpanjangan kebijakan PPKM Darurat yang kini disebut PPKM Level 4.
ADVERTISEMENT
Jodi pun menyayangkan hal ini. Menurutnya, massa aksi harusnya bisa mencari penyampaian aspirasi yang lebih aman.
Ia khawatir demo bisa memperluas penyebaran varian Delta yang juga merupakan dalang lonjakan kasus corona saat ini.
“Juga disayangkan adanya kerumunan massa di Bandung dan Ambon. Penyaluran aspirasi lebih aman telah tersedia. Para pemimpin daerah yang terpilih secara demokratis sudah membuka berbagai cara untuk menerima aspirasi masyarakat. Tindakan ini sangat disayangkan dan akan meningkatkan risiko penularan varian Delta,” papar Jodi.
Jodi mengingatkan masyarakat bahwa semua kegiatan di luar rumah memiliki risiko tinggi memicu penularan COVID-19, apalagi sampai berkerumun. Justru, tindakan pelanggaran pedoman dan anjuran dari pemimpin serta ulama hanya akan mengurangi efektivitas usaha bersama di masa PPKM.
ADVERTISEMENT
“Pada akhirnya banyak orang yang akan merugi karena tindakan melanggar panduan prokes yang lalai bisa menunda upaya relaksasi yang direncanakan akan dilakukan pada 26 Juli mendatang. Beberapa orang berbuat, jutaan orang yang akan menanggung risikonya, pemerintah tidak akan tinggal diam,” tandas dia.