News
·
7 September 2021 15:54
·
waktu baca 1 menit

Junta Militer Myanmar Bebaskan Biksu Anti-Muslim dari Penjara

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Junta Militer Myanmar Bebaskan Biksu Anti-Muslim dari Penjara (372279)
searchPerbesar
Biksu kontroversial Myanmar, Wirathu. Foto: Dinuka Liyanawatte/REUTERS
Junta militer Myanmar membebaskan seorang biksu kontroversial, Wirathu. Saat pemerintahan Aung San Suu, Kyi Wirathu dijebloskan ke penjara.
ADVERTISEMENT
Wirathu pernah menjadi sorotan dunia usai majalah Time menyebutnya sebagai wajah dari teror Buddha. Julukan datang karena sikap anti-Muslim dan hasutan kebencian yang disebarkan Wirathu.
Akibat itu pula, Wirathu harus mendekam di balik jeruji besi. Namun, saat junta militer berkuasa lewat kudeta terhadap Suu Kyi, semua dakwaan terhadap Wirathu dihapuskan.
Junta Militer Myanmar Bebaskan Biksu Anti-Muslim dari Penjara (372280)
searchPerbesar
Biksu kontroversial Myanmar, Wirathu. Foto: Ye Aung Thu/AFP
Militer Myanmar menyatakan, Wirathu dibebaskan pada Senin (6/9/2021). Ia lalu dibawa ke rumah sakit militer untuk menerima perawatan.
Militer Myanmar tidak mengungkap detail soal perawatan apa yang diberikan terhadap Wirathu. Alasan pembebasan juga tidak diungkap.

Rekam jejak hasutan kebencian Wirathu telah dimulai dari 2001 lalu. Sejak itu pula Wirathu berulang kali masuk penjara atas dakwaan yang sama.

Wirathu pendiri organisasi nasionalis berbasis keagamaan di Myanmar. Organisasi itu dituding sebagai penyebab maraknya aksi teror terhadap kelompok minoritas di Myanmar.
ADVERTISEMENT
Sosok Wirathu pula yang membuat Myanmar mengesahkan undang-undang yang mempersulit pernikahan beda agama di Negeri 1000 Pagoda.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020