News
·
17 November 2020 7:21

Kabar Baik Corona: Tes Individu Pecah Rekor hingga Jateng Dapat 83 Ventilator

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kabar Baik Corona: Tes Individu Pecah Rekor hingga Jateng Dapat 83 Ventilator (243810)
Mural yang mengajak warga untuk memakai masker di tengah pandemi COVID-19 di Surabaya. Foto: Juni Kriswanto/AFP
Lonjakan kasus corona di Indonesia kembali terjadi imbas long weekend pada akhir Oktober lalu. Hal tersebut ditandai dengan penambahan kasus harian yang mencapai rekor tertingginya selama 8 bulan pandemi, yakni dengan 5.444 kasus, pada Jumat (13/11).
ADVERTISEMENT
Sementara pada Senin, (16/11), Kemenkes melaporkan tambahan 3.535 kasus corona baru di Indonesia. Dengan penambahan ini, kini total kasus positif COVID-19 sebanyak 470.648 dengan 15.296 pasien di antaranya meninggal dunia.
Kabar baiknya, pasien corona yang sembuh masih tinggi di angka 3 ribu hingga 4 ribu pasien per hari. Pada 16 November, ada penambahan 3.452 pasien sembuh, sehingga totalnya jadi 395.443 orang.
Kabar baik seputar corona tak hanya soal pasien sembuh. Berikut kumparan rangkum berita baik lainnya yang terjadi pada 16 November:
Kabar Baik Corona: Tes Individu Pecah Rekor hingga Jateng Dapat 83 Ventilator (243811)
Mendikbud Nadiem Makarim saat rapat kerja bersama Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/8). Foto: Puspa Perwitasari/ANTARA FOTO
  • 2 Juta Guru Honorer dan Pendidik Non PNS Bakal Dapat Subsidi Upah Rp 1,8 Juta
Mendikbud, Nadiem Makarim, menyampaikan kabar gembira bagi guru honorer dan tenaga pendidik non PNS. Nadiem mengungkapkan, Kemendikbud akan menyalurkan subsidi upah Rp 1,8 juta kepada guru honorer dan tenaga pendidik non PNS.
ADVERTISEMENT
"Berkat perjuangan Komisi X, Kemendikbud, dan dukungan luar biasa dari Kemenkeu, kita berhasil mendapatkan bantuan subsidi upah sebesar Rp 1,8 juta yang akan diberikan satu kali. Jadi sekaligus kita memberikannya," kata Nadiem dalam raker bersama Komisi X di DPR.
Subsidi upah tersebut akan diberikan kepada kurang lebih 2 juta guru honorer dan pendidik non PNS, baik itu dari negeri maupun swasta.
"Total sasaran kurang lebih dua juta orang. Yang paling besar guru honorer sekitar 1,6 juta orang. Total anggaran Rp 3,6 triliun. Jadi ini hari yang gembira bagi kami di Kemendikbud dan juga guru honorer kita di masa pandemi ini," tuturnya.
Nadiem mengungkapkan ada sejumlah syarat agar guru honorer dan tenaga pendidik non PNS untuk menerima subsidi upah.
ADVERTISEMENT
"Persyaratannya sederhana dan efisien. Harus WNI, tidak menerima bantuan subsidi dari Kemenaker agar tidak tumpang tindih, berstatus bukan PNS, tidak menerima Kartu Prakerja, dan memiliki penghasilan di bawah 5 juta rupiah per bulan," kata Nadiem.
Kabar Baik Corona: Tes Individu Pecah Rekor hingga Jateng Dapat 83 Ventilator (243812)
Penandatanganan program Penyediaan Kuota Terjangkau dari Telkomsel dan Kemenag untuk hadirkan paket internet madrasah. Foto: Dok. Telkomsel
  • 29 Juta Siswa Terima Program Kuota Internet Gratis
Dalam rapat tersebut, Kemendikbud juga memaparkan perkembangan program pemberian kuota internet gratis.
Sekjen Kemendikbud ,Ainun Na'im, mengatakan hingga Oktober penerima program kuota belajar internet gratis berjumlah 35,5 juta. Terdiri dari siswa, guru, mahasiswa, dan dosen.
"Siswa ada 29,6 juta, guru 1,9 juta, mahasiswa 3,8 juta dan dosen 166 ribu lebih," ujar Ainun.
Ainun melanjutkan, baik siswa maupun guru mengaku merasakan manfaat dari program kuota internet gratis ini. Misalnya, ada siswa yang mengaku tak lagi menemukan masalah saat harus mengunduh video untuk proses belajar.
ADVERTISEMENT
"Guru juga menyampaikan kuota sangat bermanfaat dan dengan bantuan ini semakin jarang mendapatkan komplain dari orang tua dan peserta didik. Banyak hadir secara virtual," kata Ainun.
Kabar Baik Corona: Tes Individu Pecah Rekor hingga Jateng Dapat 83 Ventilator (243813)
Seorang tenaga kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri lengkap dibantu petugas Linmas melakukan tes usap (swab test) COVID-19 pada anak berkebutuhan khusus (ABK) di kawasan Pasar Keputran, Surabaya, Jawa Timur. Foto: M Risyal Hidayat/Antara Foto
  • Tes Individu Pecah Rekor
Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan adanya peningkatan tes corona individu melalui swab dengan metode PCR/TCM. Bahkan, tes swab pekan ini mencatatkan rekor baru tes terbanyak.
Dua pekan sebelumnya, tes swab individu sempat anjlok ke angka 169.183. Kemudian pada pekan ke-37 ini, jumlah tes naik drastis menjadi 232.872.
Jumlah 232.872 tes swab sepekan itu setara 33.267 tes per hari. Kepala Satgas COVID-19, Doni Monardo, menarget jumlah tes sesuai standar WHO yakni 1 per 1.000 orang dikali jumlah penduduk per minggu.
ADVERTISEMENT
Artinya, dengan penduduk Indonesia sebanyak 267 juta orang, setidaknya harus ada 267 ribu orang yang dites tiap pekan. Dengan demikian, performa tes pekan ini setidaknya mencapai 87 persen target WHO.
Kabar Baik Corona: Tes Individu Pecah Rekor hingga Jateng Dapat 83 Ventilator (243814)
Pemberian ventilator dari AS untuk Jateng. Foto: Twitter/@usaidindonesia
  • Pemprov Jateng Dapat Bantuan 83 Ventilator
Pemprov Jawa Tengah mendapat bantuan dari Amerika Serikat berupa 83 ventilator. Diharapkan ventilator tersebut dapat membantu Jateng mengatasi pandemi virus corona.
Pemberian ventilator dilakukan secara simbolik dan virtual oleh Dubes AS untuk Indonesia, Sung Kim kepada Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.
Sung mengatakan, pemberian 83 alat bantu merupakan bagian dari donasi 1.000 ventilator termutakhir dari Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) kepada Indonesia.
Kabar Baik Corona: Tes Individu Pecah Rekor hingga Jateng Dapat 83 Ventilator (243815)
Pemberian ventilator dari AS untuk Jateng. Foto: Twitter/@usaidindonesia
“Acara ini menggambarkan komitmen AS untuk bermitra dengan Indonesia dalam penanggulangan COVID-19,” kata Sung dalam keterangan pers Kedubes AS untuk Indonesia.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Ganjar menyambut baik pemberian donasi tersebut. Dia yakin ventilator AS bakal membantu upaya penanganan pandemi.
“Ventilator canggih ini sangat berguna. Bantuan tersebut mencerminkan hubungan baik Indonesia dan AS,” jelas Ganjar.