News
·
23 Juli 2021 4:56
·
waktu baca 7 menit

Kabar Baik Corona: Vaksinasi di Jakarta Ampuh; Bantuan Subsidi Upah Bagi Pekerja

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kabar Baik Corona: Vaksinasi di Jakarta Ampuh; Bantuan Subsidi Upah Bagi Pekerja (43188)
searchPerbesar
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat meninjau vaksinasi dari mobil vaksin keliling yang singgah di Kantor Kelurahan Cipedak, Jakarta, Rabu (14/7). Foto: Dok. Istimewa
Di tengah lonjakan kasus positif corona di Indonesia, ada sejumlah kabar baik penanganan COVID-19.
ADVERTISEMENT
Mulai dari efek vaksinasi di Jakarta hingga pemerintah luncurkan bantuan subsidi upah bagi pekerja.
Berikut kumparan merangkum kabar baik corona di Indonesia:
Data Tunjukkan Vaksinasi di Jakarta Ampuh: Kasus Positif 0,01% dan Kematian 0,2%
Vaksinasi mulai menunjukkan efeknya di Jakarta terutama dalam mencegah orang tertular corona. Tak hanya itu, vaksinasi juga mencegah mereka yang tertular mengalami gejala berat hingga meninggal dunia.
Hal ini terlihat dari data yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies menyebut, kasus positif pada warga yang sudah menerima vaksin dosis pertama hanya mencapai 0,3%. Sementara pada warga yang sudah menerima dua dosis vaksin hanya 0,01%.
Angka ini menunjukkan minimnya kemungkinan terinfeksi COVID-19 ketika sudah divaksin. Memang bukan tidak mungkin setelah menerima vaksin masih terpapar, namun sangat rendah kemungkinannya.
Kabar Baik Corona: Vaksinasi di Jakarta Ampuh; Bantuan Subsidi Upah Bagi Pekerja (43189)
searchPerbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam apel virtual mengapresiasi kepada seluruh jajaran Satpol PP DKI Jakarta yang telah menjalankan tugas pada PPKM Darurat. Foto: Instagram/@aniesbaswedan
"Mereka-mereka yang sudah tervaksin itu menjadi kasus positif itu sedikit sekali. Ada, tapi sedikit sekali, [yang sudah divaksin satu dosis] hanya 0,3 persen. Dan kalau sudah dapat vaksin kedua itu hanya 0,01 persen. Jadi kalau sudah tervaksin, insyaallah lebih terlindungi daripada yang tidak," tutur Anies dalam arahannya kepada PKK DKI Jakarta secara virtual, Senin (19/7).
ADVERTISEMENT
Bukan hanya Anies, data efektivitas vaksin COVID-19 di Jakarta juga dibeberkan Koordinator PPKM Level 4 sekaligus Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan.
Berdasarkan data, kata dia, kematian pada pasien positif COVID-19 yang sudah divaksin hanya 0,2%. Kebanyakan dari mereka yang meninggal usai positif corona meski sudah menerima vaksin, adalah pasien COVID-19 dengan komorbid.
"Dari data kita dapat DKI tadi yang meninggal dunia karena COVID sudah divaksin sangat rendah. Dari 5,1 juta sampel, hanya 54 orang tadi yang meninggal dunia. Jadi angkanya hanya 0,2%. Jadi itu rata-rata komorbid," jelas Luhut dalam konpers perkembangan PPKM secara virtual, Rabu (21/7).
Informasi yang dihimpun, angka 5,1 juta orang yang disampaikan Luhut merupakan jumlah warga ber-KTP jakarta yang sudah divaksin.
ADVERTISEMENT
Sementara, data dari corona.jakarta.go.id, vaksinasi di Jakarta per 21 Juli, yakni total dosis 1 saat ini sebanyak 6.652.011 orang. Sedangkan, total dosis 2 kini mencapai 2.021.780 orang.
Ini merupakan data semua orang yang divaksin di Jakarta baik yang ber-KTP DKI Jakarta maupun non-KTP DKI tapi tinggal dan melaksanakan vaksinasi di Jakarta.
Saat ini vaksin yang telah digunakan di Jakarta yaitu Sinovac dan AstraZeneca. Sementara vaksinasi gotong royong dilakukan dengan Sinopharm.
Kabar Baik Corona: Vaksinasi di Jakarta Ampuh; Bantuan Subsidi Upah Bagi Pekerja (43190)
searchPerbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) berbincang dengan warga calon penerima vaksin COVID-19 saat meninjau vaksinasi COVID-19 massal di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (3/7/2021). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
Merujuk pada data itu dapat dijabarkan sebagai berikut

Kasus corona bagi warga yang sudah divaksin dosis pertama:

6.652.011 orang sudah divaksin pertama x 0,3% = 19.956 orang

Kasus corona bagi warga yang sudah divaksin dosis kedua:

2.021.780 orang sudah divaksin kedua x 0,01% = 202 orang
ADVERTISEMENT

Kasus meninggal secara total:

662.800 orang [kasus corona kumulatif] x 1,4% [tingkat kematian] = 10.692
Kabar Baik Corona: Vaksinasi di Jakarta Ampuh; Bantuan Subsidi Upah Bagi Pekerja (43191)
searchPerbesar
Kedatangan vaksin COVID-19 Sinovac tahap ke-29. Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
8 Juta Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia
Indonesia kembali menerima kedatangan tambahan dosis vaksin Sinovac pada Kamis (22/7) siang. Sebanyak 8 juta dosis Sinovac tersebut telah sampai di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Kedatangan ini merupakan tahap yang ke-29 dan disambut langsung oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
"Pada hari ini, kita menyambut kedatangan vaksin Sinovac tahap ke-29 sebanyak 8 juta dosis. Ini adalah bagian dari komitmen pemerintah kepada seluruh bangsa Indonesia dari bahaya COVID-19," jelasnya dalam keterangan pers secara virtual.
Kabar Baik Corona: Vaksinasi di Jakarta Ampuh; Bantuan Subsidi Upah Bagi Pekerja (43192)
searchPerbesar
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, saat memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Kamis (4/2). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
Dalam sambutannya, Yaqut juga mengatakan penambahan vaksin ini akan sangat membantu percepatan program vaksinasi. Ia menambahkan, pada Agustus mendatang telah ditargetkan vaksin hingga 2 juta orang per hari.
ADVERTISEMENT
"Sebagaimana kita ketahui telah menargetkan vaksinasi sebanyak 2 juta orang per hari di Agustus. Tentu ini butuh pasokan vaksin yang cukup dan kedatangan vaksin tahap ke-29 akan menyumbang percepatan vaksinasi secara nasional," tambahnya.
Pemerintah terus mengamankan jumlah stok vaksin COVID-19 di Indonesia. Terlebih saat ini ada lebih dari 208 juta orang target penerima vaksin yang harus dikebut sampai akhir tahun 2021.
Kabar Baik Corona: Vaksinasi di Jakarta Ampuh; Bantuan Subsidi Upah Bagi Pekerja (43193)
searchPerbesar
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Obat untuk Pasien Corona Isoman di DIY Sudah Siap Didistribusikan
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) menyebut bantuan obat-obatan untuk pasien corona dari pemerintah pusat sudah mulai datang. Obat-obatan tersebut nantinya akan disalurkan ke pasien yang isoman oleh Babinsa.
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan bahwa obat yang tiba adalah paket 2 dan paket 3. Paket 2 yaitu vitamin dan obat untuk isoman dengan keluhan demam dan kehilangan penciuman. Sementara paket 3 berisi vitamin dan obat untuk isoman yang panas dan batuk kering.
ADVERTISEMENT
"Yang sudah datang di Yogyakarta itu paket 2 dan 3. Sekarang sudah sampai di Korem. Mudah-mudahan sudah sampai di kodim untuk dibagikan melalui Babinsa," kata Aji, Kamis (22/7).
Aji menjelaskan bahwa Puskesmas saat ini juga mendapat tugas tambahan. Selain tracing, testing, serta vaksinasi, mereka juga mendiagnosa para isoman. Nantinya mereka dibantu satgas RT untuk memilah mana saja yang butuh obat-obatan.
"Karena puskesmas tugasnya tambah termasuk mendiagnosis berat ringannya orang yang isoman. Yang 25 ribu (orang isoman) harus didiagnosis," katanya.
"Yang sudah datang sekitar 735 untuk paket 2 dan 734 untuk paket 3," ujarnya.
Sebelumnya, Aji menjelaskan bahwa mayoritas pasien corona merupakan isoman. Tercatat ada lebih dari 25 ribu pasien corona yang isoman.
ADVERTISEMENT
"Jumlah warga Isoman di DIY sampai hari ini 25.863 yang isoman di rumah. Jumlah itu menurun dari sebelumnya 28 ribu (isoman)," kata Aji.
Penurunan pasien isoman tersebut lantaran sudah ada dari mereka yang sembuh. Kemudian ada pula pasien yang dipindahkan ke shelter.
"Nah turun itu ada yang sembuh, ada yang pindah ke shelter," ujarnya.
Kabar Baik Corona: Vaksinasi di Jakarta Ampuh; Bantuan Subsidi Upah Bagi Pekerja (43194)
searchPerbesar
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah. Foto: Dok. Kemenaker
Cegah PHK, Pemerintah Luncurkan Bantuan Subsidi Upah Bagi Pekerja
Pemerintah memastikan akan mengeluarkan kebijakan pemberian bantuan subsidi upah/gaji bagi pekerja/buruh (BSU) pada 2021. Bantuan ini diharapkan dapat mencegah terjadinya PHK sebagai akibat pandemi COVID-19.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, mengatakan, kebijakan BSU dikeluarkan untuk mencegah pengusaha memutuskan hubungan kerja dengan pekerjanya, serta membantu pekerja yang dirumahkan.
ADVERTISEMENT
"Pemberian BSU diharapkan mampu meningkatkan daya beli dan menjaga tingkat kesejahteraan pekerja/buruh. Adanya BSU juga diharapkan mampu membantu meringankan beban pengusaha untuk dapat mempertahankan usahanya di masa pandemi COVID-19," kata Ida melalui Siaran Pers Biro Humas Kemenaker, Kamis (22/7).
Kabar Baik Corona: Vaksinasi di Jakarta Ampuh; Bantuan Subsidi Upah Bagi Pekerja (43195)
searchPerbesar
Seorang buruh menggelar aksi unjuk rasa di depan pabriknya di Benda, Kota Tangerang, Banten, Jumat (1/5). Foto: ANTARA FOTO/Fauzan
Dengan adanya BSU ini, Ida berharap beban perusahaan dapat berkurang, sehingga pengusaha dan pekerja/buruh dapat terus melakukan dialog sosial bipartit guna mencari solusi bersama di tengah pandemi.
"Melalui BSU ini, kita berharap hubungan industrial yang harmonis dan kondusif di perusahaan terjaga. Sehingga sekali lagi, PHK dapat terhindarkan," kata Ida.
Jumlah calon penerima BSU diestimasi mencapai kurang lebih 8 juta orang dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp 8 triliun.
"Jumlah ini masih berupa estimasi mengingat proses screening data yang sesuai dengan kriteria di atas masih dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan," terang Ida.
ADVERTISEMENT
Nantinya, BSU akan diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) yang menetapkan Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Berupa Subsidi Upah/Upah Bagi Pekerja Buruh Dalam Penanganan Dampak Corona Virus Disease (COVID-19) dan PPKM Tahun 2021.
Kabar Baik Corona: Vaksinasi di Jakarta Ampuh; Bantuan Subsidi Upah Bagi Pekerja (43196)
searchPerbesar
Sejumlah pekerja pabrik berjalan di luar area pabrik saat jam istirahat di Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (7/4/2020). Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Kriteria Pekerja Penerima Bantuan Subsidi Upah

Adapun, kriteria kerja/buruh yang mendapat BSU di antaranya Warga Negara Indonesia (WNI); Pekerja/Buruh penerima Upah; dan terdaftar sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang masih aktif di BPJS Ketenagakerjaan.
"BPJS Ketenagakerjaan dipilih sebagai sumber data, mengingat saat ini data BPJS Ketenagakerjaan dinilai paling akurat dan lengkap. Sehingga akuntabel dan valid dipergunakan oleh pemerintah sebagai dasar pemberian bantuan subsidi secara cepat dan tepat sasaran," jelas Ida.
Kriteria lainnya adalah pekerja/buruh calon penerima BSU berada di Zona PPKM IV sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri No 20 Tahun 2021 jo Nomor 23 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro Dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019.
ADVERTISEMENT
Kriteria selanjutnya adalah peserta yang membayar iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan upah di bawah Rp 3.500.000 sesuai upah terakhir yang dilaporkan Pemberi Kerja kepada BPJS Ketenagakerjaan.
"Dalam hal pekerja bekerja di wilayah PPKM yang UMK-nya di atas Rp 3,5 juta maka menggunakan UMK sebagai batasan kriteria upah," kata Ida.
Kriteria terakhir adalah pekerja/buruh pada sektor yang terdampak PPKM antara lain industri barang konsumsi, perdagangan dan jasa (kecuali jasa Pendidikan dan Kesehatan), transportasi, aneka industri, properti dan real estate.
Besaran BSU yang diberikan kepada pekerja/buruh sebesar Rp 1 Juta diberikan sekaligus melalui transfer bank.
"Sekali lagi saya tekankan bahwa BSU merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap pekerja dan pengusaha di masa sulit akibat pandemi COVID-19," kata Menaker Ida.
ADVERTISEMENT