News
·
18 November 2020 8:03

Kabar Baik Corona : Vaksinasi Mulai Desember-BPOM Beri Izin Edar 2 Obat Corona

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kabar Baik Corona : Vaksinasi Mulai Desember-BPOM Beri Izin Edar 2 Obat Corona (365310)
Seorang pekerja bekerja di fasilitas pengemasan pembuat vaksin Sinovac Biotech. Foto: Thomas Peter/REUTERS
Kabar baik datang dari penanganan Corona di Indonesia. Salah satunya adalah soal vaksinasi yang semakin dekat.
ADVERTISEMENT
Sejauh ini, hanya Sinovac yang paling dekat menjadi vaksin pilihan Indonesia. Selain itu Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto juga sudah merencanakan vaksinasi ke 107 juta warga Indonesia.
Berikut kumparan rangkum beberapa kabar baik terkait vaksinasi serta kabar lainnya tentang penanganan corona di Indonesia :
BPOM Usai Kunjungi Pabrik Sinovac di China: Kualitas Baik, Mutu Tak Ada Masalah
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Kemenkes dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengirimkan perwakilannya ke China untuk inspeksi pengembangan vaksin corona. Melalui kunjungan tersebut, mereka meninjau dan berbagi data soal kandidat vaksin Sinovac, Sinopharm, dan CanSino.
Baik BPOM maupun MUI, datang untuk melihat kualitas serta faktor kehalalan vaksin corona yang akan diberikan ke masyarakat Indonesia. Sejauh ini, vaksin Sinovac bisa memuaskan BPOM.
Kabar Baik Corona : Vaksinasi Mulai Desember-BPOM Beri Izin Edar 2 Obat Corona (365311)
Kepala Badan Pengawa Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti dalam talkshow "Endorse Komsetik Aman atau Menuai Bencana" di Jakarta, Rabu (25/9/2019). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
"Pengawalan vaksin COVID-19 Sinovac, dalam uji klinis vaksin untuk mendapatkan EUA tentunya membutuhkan data. Selain data mutu yang dihasilkan dari inspeksi dan pendampingan cara produksi obat yang baik, juga adalah data yang dibutuhkan dari data klinis berdasarkan hasil uji klinis fase 3 yang ditujukan untuk dapatkan data, aspek keamanan, dan khasiat," jelas Penny dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Selasa (17/11).
ADVERTISEMENT
"Kami sudah dapat data dan menunjukkan kualitas yang baik dan sangat bisa dipercaya. Sehingga dikaitkan dengan mutu sudah tak ada masalah, tinggal tunggu aspek keamanan dan khasiat dari analisa dan monitoring atau observasi 3 bulan dan 6 bulan setelah penyuntikan yang dosis kedua," lanjutnya.
Vaksinasi Corona Mulai Desember, Ini Jadwal dan Paket yang Dipakai di RI
Vaksinasi corona dimulai Desember 2020. Ditargetkan akan ada 107 juta orang berusia 18-59 tahun yang akan disuntik. Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Budi Sadikin memaparkan secara detail sasaran dan timeline vaksin yang akan digunakan melalui road map yang ia sampaikan dalam rapat virtual bersama Komisi IX DPR, Selasa (17/11).
Kabar Baik Corona : Vaksinasi Mulai Desember-BPOM Beri Izin Edar 2 Obat Corona (365312)
Roadmap vaksinasi corona. Foto: Dok. DPR RI
Rapat tersebut juga dihadiri oleh Menkes Terawan dan Kepala BPOM Penny Lukito yang hadir secara fisik di gedung DPR.
ADVERTISEMENT
Berikut detail roadmap yang disampaikan Budi:
A. Gratis
  • Sasaran
Tenaga Kesehatan: 1.251.734 orang
Pelayan publik (TNI/Polri, Damkar, Petugas Bandara, Pelabuhan, dll: 4,422,331 orang
Peserta BPJS PBI: 26.484.172 orang
Total yang dapat gratis: 32.158.276 orang
  • Vaksin yang digunakan
CoronaVac dari Sinovac: 58 juta dosis
COVAX: 16 juta dosis
B. Mandiri
  • Sasaran:
Pelaku ekonomi lain: 75.048.268 orang
  • Vaksin yang digunakan
Sinovac: 85 juta dosis
Novavax: 30 juta dosis
Merah Putih: 57,6 juta dosis
Terawan Sebut 23 Ribu Nakes Dikerahkan untuk Vaksinasi Corona ke 107 Juta Orang
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto tengah mempersiapkan vaksinasi di Indonesia. Saat ini sudah ada 23 ribu tenaga kesehatan yang dilatih untuk menjadi vaksinator khusus COVID-19.
Kabar Baik Corona : Vaksinasi Mulai Desember-BPOM Beri Izin Edar 2 Obat Corona (365313)
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan) berbincang dengan anggota Komisi IX DPR sebelum mengikuti Rapat Dengar Pandapat di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/8). Foto: Puspa Perwitasari/Antara Foto
"Untuk tenaga vaksinator, berjumlah yang saat ini sudah dilatih melalui ToT atau training for trainer adalah 23.145 tenaga kesehatan dari puskesmas dengan ratio layanan 1:20," tutur Terawan di rapat dengar pendapat di Komisi IX DPR RI, Selasa (17/11).
ADVERTISEMENT
Nantinya, 23 ribu tenaga kesehatan ini bahkan bisa diperluas dengan ratio pelayanan 1:40. Mereka akan melayani 32,1 juta orang yang akan mengikuti vaksin program, dan 75 juta orang yang terdaftar untuk vaksin mandiri. Jadi total 107 orang akan divaksinasi.
Daftar 2 Obat dan 14 Herbal untuk Pasien Corona Berizin BPOM
BPOM telah memberikan izin edar darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk dua obat yang bisa digunakan untuk pasien corona. Mereka yaitu Favipiravir dan Remdesivir.
Kabar Baik Corona : Vaksinasi Mulai Desember-BPOM Beri Izin Edar 2 Obat Corona (365314)
Ilustrasi obat virus corona. Foto: Indra Fauzi/kumparan
“Dua obat ini sudah mendapatkan hasil uji klinik yang telah dipublikasikan secara internasional. Sudah mendapatkan data yang cukup yang dipercaya dapat meningkatkan angka kesembuhan dan menurunkan angka kematian pasien COVID-19,” kata Kepala Badan POM, Penny Kusumastuti Lukito dalam rapat dengan Komisi IX DPR, Selasa (17/11).
ADVERTISEMENT
BPOM juga memberikan EUA untuk 7 industri farmasi terkait dua obat ini.
Berikut adalah daftarnya :
  • Favipiravir dengan nama dagang Avigan diproduksi oleh Fujifilm Toyama Chemical Jepang/PT Beta Pharmacon.
  • Favipiravir oleh Kimia Farma.
  • Remdesivir dengan nama dagang Cofivor diproduksi oleh Hetero India/Amarox Pharma
  • Remdesivir dengan nama dagang Desrem oleh Mylan India/Indo Farma
  • Remdesivir dengana nama dagang Jubi-R oleh Jubilant India/Dexa Medica
  • Remdesivir dengan nama dagang Remdac oleh Cadila Healthcare India/PT Kimia Farma
  • Remdesivir dengan nama dagang Cipremi oleh Cipta India/PT Soho Industri Farmasi.
Selain obat, BPOM juga telah menyetujui 14 herbal sebagai imunomodulator atau pendamping pengobatan corona.
Berikut daftar lengkapnya:
  • Cordycep dan Deteflu (LIPI, PDPODI, Kalbe Farma)
  • Ekstrak daun jambu biji (BRIN, IPB, PT SOHO)
  • Rhea health tone oil (PT RHEA)
  • Avimac (PT Neumedik)
  • Virgin coconut oil (Setjend Pertahanan Nasional/Tim RS Polri)
  • Ekstrak etanol ketopeng China (LIPI)
  • Golerend, Penglar (STIKMAH Maluku Utara)
  • Minyak atsiri daun ecalyptus (Kementan)
  • Awer-awer (PT Konimex)
  • Innamed COV (Ikatan Apoteker Indonesia)
  • Jamu purwarupa (Mustika Ratu)
  • Vipalboemin (PT Royal Medicalink Pharmalab)
  • Bejo (Bintang Toejoeh)
  • Rhea health tone (PT RHEA)
ADVERTISEMENT