News
·
28 Agustus 2020 7:15

Kabar Baik dari Erick Thohir: Vaksin Corona Gratis, Uji Klinis di UEA Lancar

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kabar Baik dari Erick Thohir: Vaksin Corona Gratis, Uji Klinis di UEA Lancar (17251)
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Menteri BUMN sekaligus Ketua Komite Penanganan COVID-19 Erick Thohir ikut wara-wiri untuk memastikan penanganan kasus virus corona di Indonesia terkendali. Ia bahkan menjadi perwakilan pemerintah RI dalam kerja sama pengembangan vaksin corona dengan China hingga Uni Emirat Arab (UAE).
ADVERTISEMENT
Dalam rapat bersama Komisi IX DPR pada Kamis (27/8) kemarin, Erick membeberkan perkembangan terbaru dalam upaya pengembangan vaksin corona di hadapan para anggota dewan.
Mulai dari menjelaskan kerja sama dengan UEA adalah pengembangan vaksin Sinopharm yang juga dari China. Diketahui, Sinopharm tengah diuji klinis tahap 3 bersama G42 Healthcare Holding di UEA.
Kabar Baik dari Erick Thohir: Vaksin Corona Gratis, Uji Klinis di UEA Lancar (17252)
Menteri BUMN Erick Thohir berkunjung ke Laboratorium Bio Farma di Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/8/2020). Foto: Dok. Kementerian BUMN
"Kerja sama juga dilakukan Kimia Farma dengan G42 dari UEA. Yang memang G42 ini sudah lakukan uji klinis sendiri di UEA dari 45 suku bangsa di sana," jelas Erick.
Dalam laporan para ahli dari Indonesia yang ikut jadi reviewer di UAE, yang salah satunya diikuti Kepala BPOM Penny Lukito, dipastikan vaksin yang dikembangkan Sinopharm bisa digunakan di Indonesia.
ADVERTISEMENT
"Saya dapat laporan berjalan baik dan sepertinya BPOM kita bisa menerima uji klinis UEA," ucap dia.
Ia mengungkapkan pemerintah Indonesia telah mendapatkan komitmen sebanyak 30 juta dosis vaksin hingga akhir 2020. Dan sisa 50 juta dosis vaksin Sinopharm akan dikirim pada 2021.
Kabar Baik dari Erick Thohir: Vaksin Corona Gratis, Uji Klinis di UEA Lancar (17253)
Pertemuan bilateral Menlu Retno, Erick Thohir, dan Menlu RRT Wang Yi di Sanya, China. Foto: Kemlu RI
"Jadi kumulatif dari China dan UEA kita akan dapat 30 juta vaksin di 2020. Jadi sekitar 15 juta orang yang akan divaksin di akhir 2020, sesuai dengan uji klinisnya," tegas Erick.
Kabar terbaru datang dari vaksin Sinovac yang dikembangkan perusahaan asal China itu bersama PT Bio Farma. Erick menyebut vaksin Sinovac sudah bisa dilakukan di rentang usia 59 tahun ke atas. Padahal, selama proses uji klinis, vaksin ini hanya bisa disuntikkan ke relawan yang berada di usia 18-59 tahun.
ADVERTISEMENT
"Dari konfirmasi terakhir, tadinya vaksin ini berlaku untuk usia 18-59 tahun, tapi terakhir, usia di atas 59 sudah bisa terima vaksin ini. dan terus dikembangkan ke vaksin yang lebih muda, 18 tahun ke bawah," jelas Erick.
Kabar baik, bagi Anda peserta BPJS Kesehatan, ia memastikan bisa mendapatkan vaksin corona gratis di awal tahun 2021. Nantinya, penyaluran vaksin ini dilakukan dengan dua skema, yakni bantuan pemerintah lewat APBN dan mandiri.
Kabar Baik dari Erick Thohir: Vaksin Corona Gratis, Uji Klinis di UEA Lancar (17254)
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
"Kami juga mengusulkan masyarakat bisa membayar vaksin mandiri untuk yang mampu, untuk memenuhi kebutuhan APBN kita juga. Tapi dengan tingkat kemampuan bayar berapa, itu nanti mandiri," tuturnya.
Untuk mempercepat produksi vaksin corona, Erick mengungkapkan Presiden Jokowi bakal menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) pekan ini.
ADVERTISEMENT
"Alhamdulillah kita dapatkan 2 kerja sama saat ini, meski prioritas juga vaksin merah putih jalan. Pak Presiden juga minggu ini akan keluarkan Perpres untuk percepatan ini," ujar dia.

Buka Peluang Kerja Sama Vaksin Corona dengan Yayasan Bill Gates

Kabar Baik dari Erick Thohir: Vaksin Corona Gratis, Uji Klinis di UEA Lancar (17255)
Bill Gates pakai Blangkon Foto: Instagram
Lebih lanjut, Erick membeberkan Indonesia akan membuka peluang kerja sama seluas-luasnya dengan berbagai negara untuk pengembangan vaksin corona. Termasuk dengan salah satu orang terkaya di dunia, Bill Gates.
"Kita kontak juga perusahaan vaksin lain, termasuk dengan Melinda Bill Gates Foundation yang ada kerja sama dengan perusahaan-perusahaan di Amerika," urai Erick.
Saat ini, yayasan Bill Gates mendanai tiga perusahaan farmasi untuk membuat vaksin COVID-19. Ketiganya adalah Moderna, AstraZeneca dan Johnson & Johnson. Sejauh ini ketiga perusahaan itu masih dalam proses pengujian vaksin corona.
ADVERTISEMENT
Bill Gates menyambut baik hasil awal dari kandidat vaksin virus corona yang dibuat oleh Moderna, AstraZeneca dan Johnson & Johnson. Tetapi, ia merasa tes yang sebenarnya akan dilakukan dalam proses pembuatan dan distribusi vaksin.
=====
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona