News
·
3 Mei 2021 8:17

Kabar Terbaru Vaksin Sinopharm untuk Vaksinasi Mandiri

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kabar Terbaru Vaksin Sinopharm untuk Vaksinasi Mandiri (53873)
Ilustrasi vaksin corona Sinopharm. Foto: Leonardo Fernandez Viloria/REUTERS
Indonesia kembali menerima vaksin corona buatan China, Sinopharm. Kali ini, sebanyak 517.600 dosis vaksin Sinopharm tiba di bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (1/5).
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Jumat (30/4), 482.400 dosis vaksin Sinopharm telah tiba di Tanah Air. Itu berarti, total sudah 1 juta dosis vaksin Sinopharm yang siap dipakai dalam program vaksinasi gotong-royong atau vaksinasi mandiri--skema vaksin yang dibeli perusahaan untuk digratiskan ke para pegawai.
Jatah vaksin Sinopharm untuk Indonesia merupakan bantuan dari Putra Mahkota Persatuan Emirat Arab Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan (MBZ).
Dikutip dari keterangan KPCPEN, Minggu (2/5), vaksin Sinopharm tahap II tiba dengan 73 isolation box. Diangkut dengan menggunakan enam truk kontainer berpendingin dengan prosesi pengawalan ketat Kodam Jaya.
Kabar Terbaru Vaksin Sinopharm untuk Vaksinasi Mandiri (53874)
Ilustrasi vaksin corona Sinopharm. Foto: Tingshu Wang/REUTERS
Menunggu proses EUL WHO
Sampai saat ini, WHO masih menganalisis dan mempertimbangkan vaksin Sinopharm untuk mendapat emergency use listing (EUL). Keputusan soal pemberian izin darurat vaksin diperkirakan minggu depan atau pekan kedua Mei 2021.
ADVERTISEMENT
Izin dari WHO sangat penting demi pengakuan dari negara-negara lain. Di Arab Saudi misalnya, mereka punya kebijakan orang dari negara lain boleh umrah apabila divaksin menggunakan produk yang dapat izin darurat WHO.
Sudah mendapat EUA BPOM RI
Meski begitu, Sinopharm telah mendapatkan emergency use authorization (EUA) atau izin darurat dari BPOM RI. Efikasinya cukup tinggi, 78 persen.
BPOM telah melakukan proses evaluasi keamanan, khasiat dan mutu dari vaksin Sinopharm. Proses evaluasi dilakukan bersama-sama dengan Tim Ahli dalam Komite Nasional Penilai Vaksin COVID-19, ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization), dan para klinisi terkait lainnya.
“Berdasarkan hasil evaluasi secara keseluruhan terhadap data studi pre-klinik dan studi klinik, dapat disimpulkan bahwa pemberian Vaksin COVID-19 Produksi Sinopharm dalam 2 dosis dengan selang pemberian 21 - 28 hari menunjukkan profil keamanan yang dapat ditoleransi dengan baik dan efikasi serta respons imun yang baik,” jelas Penny.
Kabar Terbaru Vaksin Sinopharm untuk Vaksinasi Mandiri (53875)
Kepala BPOM Penny Lukito membacakan penerbitan EUA Vaksin Sinopharm Jumat (30/4). Foto: Youtube/BPOM
Telah mendapat persetujuan 27 negara
ADVERTISEMENT
Selain di Indonesia, vaksin COVID-19 Sinopharm telah mendapatkan persetujuan di 27 negara lainnya.
Mereka di antaranya Argentina, Bahrain, Bellarus, Bolivia, Kamboja, China, Mesir, Guyana, Hungaria, Irak, Yordania, Maroko, Nepal, Pakistan, Peru, Serbia, Senegal, Syechelless dan Zimbabwe.
Untuk vaksinasi mandiri/gotong-royong, mulai 9 Mei
Dalam vaksinasi gotong royong, perusahaan bisa membeli vaksin Sinopharm melalui koordinasi dengan Kadin. Setelah itu mereka baru memberikannya kepada karyawan dan keluarganya.
Jadi, para karyawan atau buruh tak perlu khawatir, mereka akan tetap merasakan program ini kalau perusahaan memang ikut.
"Rencananya dimulai 9 Mei 2021," kata Ketua Kadin Rosan Roeslani.
Kabar Terbaru Vaksin Sinopharm untuk Vaksinasi Mandiri (53876)
Ilustrasi vaksin corona Sinopharm. Foto: Leonardo Fernandez Viloria/REUTERS
Tak bisa disuntik ke pengguna yang telah memakai merek lain
Meski demikian, Kemenkes mengingkatkan vaksin Sinopharm tidak bisa diberikan kepada orang-orang yang telah divaksin dengan merek lain.
ADVERTISEMENT
"Enggaklah. Kan nanti ada di sistem vaksinasi pada saat data diberikan ke Kemenkes," kata Jubir vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmidzi.
Petugas atau vaksinator tak akan mengizinkan mereka yang sudah divaksin Sinovac atau AstraZeneca divaksin Sinopharm lagi.
"Akan di-cleaning otomatis," tutur Nadia.
Kabar Terbaru Vaksin Sinopharm untuk Vaksinasi Mandiri (53877)
Infografik Serba-serbi Vaksin Sinopharm. Foto: kumparan