News
·
23 Februari 2021 11:14

Kabupaten Bogor Perpanjang PPKM Skala Mikro hingga 8 Maret

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kabupaten Bogor Perpanjang PPKM Skala Mikro hingga 8 Maret  (353124)
searchPerbesar
Bupati Bogor Ade Yasin di kantornya saat menyampaikan perkembangan COVID-19 di Kabupaten Bogor. Foto: Dok. Istimewa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat, memperpanjang penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro hingga 8 Maret 2021.
ADVERTISEMENT
"Kami memperpanjang pembatasan sosial berskala besar melalui PPKM berbasis mikro," kata Bupati Bogor Ade Yasin di Cibinong, Bogor, Selasa (23/2), seperti dilansir Antara.
Menurut dia, perpanjangan berdasarkan Keputusan Bupati (Kepbup) Nomor 443/174/Kpts/Per-UU/2021 itu berlaku mulai 23 Februari hingga 8 Maret 2021, setelah penerapan pertama pada 9 Februari hingga 22 Februari 2021.
Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor itu menyebut aturan yang diterapkan tetap serupa dengan PPKM jilid pertama, yakni berisi sembilan poin, yaitu:
  • Pertama, membatasi tempat dengan menetapkan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) sebanyak 50 persen.
  • Kedua, kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring.
  • Ketiga, sektor esensial seperti kesehatan, bahan pangan dan lain-lain yang terkait kebutuhan sehari-hari masyarakat tetap dapat beroperasi 100 persen dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan protokol kesehatan.
  • Keempat, kegiatan restoran layanan makan di tempat hanya dibolehkan 50 persen dari kapasitas. Kemudian layanan pesan antar diizinkan sesuai jam operasional restoran.
  • Kelima, pembatasan jam operasional pusat perbelanjaan sampai pukul 21.00 WIB.
  • Keenam, kegiatan konstruksi beroperasi 100 persen dengan penerapan protokol kesehatan.
  • Ketujuh, tempat ibadah dilaksanakan dengan pengaturan pembatasan kapasitas 50 persen.
  • Kedelapan, kegiatan di fasilitas umum dan kegiatan sosial budaya dihentikan sementara.
  • Kesembilan, dilakukan pengaturan kapasitas dan jam operasional untuk transportasi umum sebanyak 50 persen.
ADVERTISEMENT