kumparan
20 Juli 2019 10:26

Kakek Mahmud Dua Kali Terjatuh Mencari Mak Cum di Madinah

Haji 2019, Mahmud, Mak Cum
Mak Cum (kiri) saat menemani kakek Mahmud di kamar hotel di Madinah, Arab Saudi. Foto: Denny Armandhanu/kumparan
Mahmud Sopamena menolak untuk jauh dari istrinya Kalsum Litiloli sejak tiba di bandara Madinah, Arab Saudi. Kakek berusia 87 tahun itu terus memegangi istrinya walau keduanya berada di kursi roda. Dia bahkan terluka ketika mencari istrinya yang tidak ada di sampingnya.
ADVERTISEMENT
Ketika kumparan menyambangi hotel Saraya Amal tempat keduanya menginap, Mahmud terbaring di tempat tidur. Pelipis kanannya tertempel pembalut luka, kakinya juga bengkak. Sementara Kalsum yang disapa Mak Cum duduk di tepian ranjang, sambil mengusap-usap kaki suaminya.
Kepala rombongan UPG 13, Zainudin Morhom, 51, yang sekamar dengan Mahmud mengaku menemukan kakek itu dalam keadaan terluka beberapa hari lalu. "Darah berceceran di lantai," kata Zainudin kepada kumparan.
Haji 2019, Mahmud, Mak Cum
Mak Cum (kiri) saat menemani kakek Mahmud di kamar hotel di Madinah, Arab Saudi. Foto: Denny Armandhanu/kumparan
Menurut Syamsudin Husein, petugas perawat dalam embarkasi Ujung Pandang 13 (UPG), Mahmud terluka akibat jatuh ketika mencari Mak Cum. Saat itu, Mak Cum tengah salat di Masjid Nabawi, sekitar 300 meter dari hotel.
Dua kali Mahmud terjatuh, melukai pelipis dan kakinya. "Kakek Mahmud mengamuk kalau tidak ada ibu. Dahinya sobek," kata Syamsudin kepada kumparan.
ADVERTISEMENT
Kakek Mahmud dan Mak Cum jadi perbincangan setelah adegan keduanya di bandara terekam. Mahmud menolak berpisah dengan Mak Cum, terus memegangi tangannya dari kursi roda. Syamsudin mengatakan, Mahmud ketika di bandara ingin agar istrinya duduk di kursi roda bersama dirinya. Padahal Mak Cum bisa jalan sendiri.
Haji 2019, Mahmud, Mak Cum
Mak Cum (kanan) saat menemani kakek Mahmud di kamar hotel di Madinah, Arab Saudi. Foto: Denny Armandhanu/kumparan
Karena tidak mungkin didudukkan di satu kursi roda, akhirnya Mak Cum juga diberikan kursi roda. Mahmud cemburu dan marah kepada petugas jika mendorong Mak Cum. "Tidak mau turun dari bus kecuali istrinya yang jemput," kata Syamsudin.
Hal ini jugalah yang membuat mereka berdua akhirnya terpaksa ditempatkan dalam satu kamar di hotel. Padahal ranjang di hotel Saraya Amal itu diperuntukkan bagi satu orang saja. Selain itu, seharusnya lelaki dan perempuan dipisahkan kamarnya dalam ibadah haji.
ADVERTISEMENT
Terlebih lagi, kamar tersebut telah disesaki oleh tiga jemaah haji pria lainnya. Menurut teman sekamar keduanya, Kalsum yang biasa dipanggil Mak Cum seharusnya tidur di kamar lain bersama jemaah perempuan.
Haji 2019, Mahmud, Mak Cum
Mak Cum (kanan) saat menemani kakek Mahmud di kamar hotel di Madinah, Arab Saudi. Foto: Denny Armandhanu/kumparan
Mahmud sempat dilarikan ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) untuk mendapatkan perawatan pada Kamis lalu. Di KKHI, Mahmud tidak mau makan dan bekerja sama dengan dokter. Barulah ketika Mak Cum didatangkan, Mahmud mau makan makanan yang disuapi istrinya tercinta itu.
Menurut Dokter Purwaningsih yang bertugas di KKHI pada Kamis lalu, kakek beranak delapan dan bercucu 11 itu menderita gejala demensia yang menyebabkan hilangnya memori jangka pendek.
"Ini bagian dari gejala pikun, kita menyebutnya dalam medis demensia. Memori yang ada hanya jangka panjang, kalau jangka pendek itu mudah lupa, jadi dalam memorinya kakek Mahmud ini yang ada hanya istrinya. Pak Mahmud hanya bisa tenang kalau istrinya ada di sampingnya" kata Purwaningsih.
Haji 2019, Mahmud, Mak Cum
Mak Cum (kiri) saat menemani kakek Mahmud di kamar hotel di Madinah, Arab Saudi. Foto: Denny Armandhanu/kumparan
Agar Mahmud tidak jatuh lagi, Mak Cum rela tidak salat di Masjid Nabawi untuk menemani dan mengurus suaminya di kamar. Rekan sekamar Mahmud juga akan mengalah dan memberikan tempat tidurnya untuk Mak Cum.
ADVERTISEMENT
"Bapak maunya di samping beta, dari pada jatuh lagi," kata Mak Cum.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan