kumparan
28 Juli 2019 21:48

Kala Perampok Disuruh Polisi Minta Maaf ke Emak-emak Korbannya

Tim Cobra Polres Lumajang saat membawa Nur Ain, pelaku perampokan rumah spesialis cukit jendela ke salah satu rumah warga yang pernah ia satroni di Desa Kutorenon Kecamatan Sukodono
Tim Cobra Polres Lumajang saat membawa Nur Ain, pelaku perampokan rumah spesialis cukit jendela ke salah satu rumah warga yang pernah ia satroni di Desa Kutorenon Kecamatan Sukodono. Foto: Dok. Polres Lumajang
Nur Ain (50) dikenal sebagai perampok kakap. Puluhan kali sudah dia beraksi. Hingga akhirnya, sepak terjangnya berakhir di tangan Tim Cobra Polres Lumajang.
ADVERTISEMENT
Nur Ain kini sudah ditahan dan dalam proses hukum untuk disidangkan. Selama dalam proses ini, Polres Lumajang membawa Nur Ain menemui korban-korbannya dan meminta maaf.
Seperti disampaikan Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban dalam keterangannya, Minggu (28/7), Tim Cobra membawa Nur Ain ke Desa Kutorenon Kecamatan Sukodono. Di salah satu rumah di desa itu, Nur Ain pernah beraksi.
Sejak pertama kali dikeluarkan dari kendaraan Tim Cobra, Nur Ain langsung disoraki oleh warga yang geram dengan ulahnya. Warga juga semakin geram setelah mengetahui ternyata pelaku adalah warga Desa Selok Gondang Kecamatan Sukodono, yang tak lain adalah tetangga desa yang masih dalam satu kecamatan.
Nur Ain dalam kesempatan itu langsung meminta maaf kepada keluarga korban dengan menjabat tangan Endang, salah satu pemilik rumah dan mengucapkan maaf.
Tim Cobra Polres Lumajang saat membawa Nur Ain, pelaku perampokan rumah spesialis cukit jendela ke salah satu rumah warga yang pernah ia satroni di Desa Kutorenon Kecamatan Sukodono
Salah satu warga saat bersalaman dengan Nur Ain, pelaku perampokan rumah spesialis cukit jendela. Foto: Dok. Polres Lumajang
"Saya minta maaf ya Bu, sudah merampok di rumah Ibu. Semoga motor Ibu bisa ditemukan sama Tim Cobra," ucap Nur Ain
ADVERTISEMENT
Ucapan maaf Nur Ain langsung ditimpali salah satu emak-emak yang menyaksikan peristiwa itu.
“Nggak perlu sampai nangis begitu Pak, sakit di kakimu karena di tembak Tim Cobra masih belum seberapa ketimbang sakit Bapak ku sekarang. Kamu lihat sendiri, kami susah payah mencari uang buat beli motor baru malah kamu ambil seenaknya. Sembilan belas juta bukan uang sedikit Pak, sekarang mana kembalikan motor saya," ucap perempuan paruh baya dengan nada tinggi.
Sementara itu seorang pria bernama Roni yang ada di lokasi menasihati Nur Ain agar selepas dari penjara nanti mencari pekerjaan halal.
"Malu Pak sama keluarga, bagaimana kalau anakmu sedang asik bermain sama teman nya di sekolah terus di ejek sebagai anak maling. Keluargamu pasti dikucilkan Pak sebagai keluarga maling. Kalau sekarang memang kamu pasang wajah memelas, coba kalau belum ditangkap Tim Cobra ya pasti masih sok jagoan kamu” ungkap Roni.
Tim Cobra Polres Lumajang saat membawa Nur Ain, pelaku perampokan rumah spesialis cukit jendela ke salah satu rumah warga yang pernah ia satroni di Desa Kutorenon Kecamatan Sukodono
Tim Cobra Polres Lumajang saat membawa Nur Ain, pelaku perampokan rumah spesialis cukit jendela ke salah satu rumah warga yang pernah ia satroni di Desa Kutorenon Kecamatan Sukodono. Foto: Dok. Polres Lumajang
AKBP Arsal kemudian membawa Nur Ain ke salah satu rumah, dan diminta memperagakan cara dia masuk ke rumah dan merampok isinya. Setelah itu, Nur Ain dibawa pergi
ADVERTISEMENT
"Warga tadi ada yang mengingatkan kalau seharusnya dia malu seandainya anaknya di sekolah dipanggil anak maling. Hal ini mudah-mudah bisa menjadi efek jera buat dia. apalagi sudah 5 kali tertangkap dan sudah berulangkali keluar masuk penjara," tutup Arsal.
Perlu diketahui, Nur Ain saat ini memiliki 2 orang anak laki-laki berumur 11 tahun dan 3 tahun. Mereka semua tinggal bersama istri pelaku di Desa Selok Gondang Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan