kumparan
14 Jun 2018 0:16 WIB

Kapal Arista yang Tenggelam Bukan untuk Penumpang, Tapi Kapal Nelayan

Korban Kapal KM Arista Tenggelam di Makassar (Foto: Dok Basarnas Makassar)
Kapal Motor (KM) Arista yang tenggelam di perairan Makassar pada Rabu (13/6), rupanya bukan diperuntukkan penumpang. Bahkan, Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol Dicky Sondani menuturkan, kapal bermuatan 40 penumpang tersebut, mengangkut beban lebih dari kapasitas yang semestinya.
ADVERTISEMENT
"Setelah kami lakukan penyelidikan dan mengumpulkan informasi ternyata kapal yang digunakan bukan kapal penumpang pada umumnya melainkan kapal nelayan," jelas Dicky di Makassar, seperti dilansir Antara.
Dicky menuturkan, berdasarkan pemeriksaan sementara, kapal tersebut memang digunakan untuk mencari ikan. Namun, tak jarang pula kapal nelayan itu, digunakan masyarakat setempat sebagai kapal penumpang untuk menyeberang ke daratan.
Korban Kapal KM Arista Tenggelam di Makassar (Foto: Dok Basarnas Makassar)
"Ini masih pemeriksaan sementara dan informasi kami kumpulkan dari berbagai sumber, baik korban maupun nakhoda kapalnya. Memang kapal itu tidak tercatat sebagai kapal penumpang melainkan kapal nelayan," tuturnya.
Saat ini, Polda Sulsel dan tim SAR, masih fokus mencari korban hilang. Terlebih, dari data yang diterima, penumpang dalam kapal tersebut diduga berjumlah lebih dari 40 orang.
ADVERTISEMENT
"Kami tidak punya data pastinya karena memang tidak ada manifest kapal. Berbeda dengan pelayaran pada umumnya, ada manifest tapi ini tidak ada. Inilah yang kemudian membuat kita sedikit kesulitan mendata," ucapnya.
Korban Kapal KM Arista Tenggelam di Makassar (Foto: Dok Basarnas Makassar)
Kapal tujuan Pulau Barrang Lompo itu tenggelam di perairan Wilkum, Selat Makassar, sekitar pukul 12.30 WITA, sesaat setelah meninggalkan Pelabuhan Paotere. Insiden tersebut mengakibatkan 13 penumpang meninggal dunia, 24 orang selamat, serta 8 lainnya masih dalam pencarian.
Sedangkan para korban yang berhasil diselamatkan oleh tim gabungan Polair dan Basarnas, langsung dievakuasi ke Rumah SakIt Jala Ammari dan Rumah Sakit Akademis.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan