Kapal Penembus Blokade Israel Kembali Diserang Drone di Tunisia

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Detik-detik kapal yang akan menembus blokade Israel ke Gaza diserang drone di Tunisia. Foto: Global Sumud Flotilla
zoom-in-whitePerbesar
Detik-detik kapal yang akan menembus blokade Israel ke Gaza diserang drone di Tunisia. Foto: Global Sumud Flotilla

Flotila Global Sumud (GSF) menyatakan pada Rabu (10/9) pagi bahwa salah satu perahunya, "Alma," diserang oleh drone saat berlabuh di perairan Tunisia.

GSF mengatakan serangan yang mengakibatkan kebakaran tersebut menandai insiden kedua dalam dua hari. Dilansir Roya News, media Yordania, mereka menyatakan bahwa kapal yang berkibar bendera Inggris tersebut mengalami kerusakan akibat api di dek atasnya.

Kebakaran sudah dipadamkan, dan semua penumpang serta kru dalam keadaan aman. GSF mengatakan penyelidikan sedang berlangsung dan informasi lebih lanjut akan dirilis saat tersedia.

Warga di seluruh dunia sambut kedatangan kapal Barcelona di Tunisia, Minggu (7/9/2025). Foto: Rizki Baiquni Pratama/kumparan

GSF mengatakan serangan tersebut adalah "upaya terorganisir untuk mengalihkan perhatian dan mengganggu misi kami."

Mereka menegaskan bahwa "perjalanan damai kami untuk mematahkan pengepungan ilegal Israel di Gaza dan berdiri dalam solidaritas yang tak tergoyahkan dengan rakyatnya terus maju dengan tekad dan keteguhan."

Greta Thurnberg bertemu dengan sejumlah relawan Indonesia di kantor serikat buruh Tunisia, Senin (8/9/2025). Foto: Dok. Maimon Herawati ua

Ini merupakan serangan kedua yang menimpa rombongan GSF. Pada Selasa (9/9) kemarin, serangan drone menimpa kapal "Family Boat" di pelabuhan Tunis, Tunisia. Kapal “Family Boat” mengangkut aktivis terkenal seperti Greta Thunberg, Thiago Ávila, dan Yasemin Acar .

Global Sumud Flotilla atau GSF merupakan gerakan masyarakat sipil yang melibatkan 44 negara, termasuk Indonesia. Sebanyak 30 WNI ikut dalam misi kemanusiaan ini.

Koordinator Indonesia Global Peace Convoy (IGPC), Muhammad Husein. Foto: Rizki Baiquni Pratama/kumparan

Misi mereka adalah membawa bantuan kemanusiaan dengan cara berlayar ke Gaza. Ada lebih dari 50 kapal yang akan berangkat pada Rabu, 10 September 2025 dari pelabuhan Tunisia.