kumparan
5 Juni 2018 10:59

Kapolri: 96 Teroris Ditangkap Usai Rusuh Mako Brimob, 14 Ditembak Mati

Kapolri Buka Pusa dengan BEM Se-Jabodetabek
Kapolri Buka Pusa dengan BEM Se-Jabodetabek (Foto: Dok. Polri)
Setelah kerusuhan di Mako Brimob, aksi teror berlanjut di Surabaya dan daerah lainnya. Densus 88 Antiteror berhasil menangkap total 96 tersangka/terduga teroris. 14 di antarnya ditembak mati karena melawan saat ditangkap.
ADVERTISEMENT
"Pasca-peritiswa di Mako (Brimob), sudah ada 96 tersangka yang ditangkap di Indonesia, 14 ditembak mati," kata Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian saat rapat koordinasi kesiapan Lebaran 2018, di Korlantas Polri, Selasa (5/6).
Tito mengatakan, Ramadhan dan Lebaran bukan berarti kewaspadaan terhadap aksi teror malah mengendur. Para teroris justru menggunakan momen ini untuk meningkatkan amaliyah mereka.
"Kelompok terorisme punya ideologi sendiri. Mereka meyakini kalau mereka beraksi di bulan Ramadhan akan ada peningkatan amaliyah," imbuh mantan Kepala Densus 88 itu.
Rapat Koordinasi Pengamanan Idul Fitri 1439 H
Rapat Koordinasi Pengamanan Idul Fitri 1439 H (Foto: Mirsan Simamora/kumparan)
Serangkaian penangkapan terduga teroris terus dilakukan setelah kerusuhan di Mako Brimob. Terakhir, Densus menangkap tiga terduga teroris di Universitas Negeri Riau. Setelah itu, Densus 88 juga menangkap terduga teroris di Lampung.
Untuk itu, Tito meminta masyarakat tetap waspada dengan pergerakan para teroris. Tiga pilar keamanan warga, yakni Babinsa, Babinkamtibmas, dan unsur masyarakat harus saling membantu mengawasi wilayah mereka.
ADVERTISEMENT
"Mereka bisa mengaktifkan masalah siskamling, dan berkoordinasi dengan satgas di Polda dan Densus. Datanya sel aktif dan sel tidur teror agar diserahkan pada 3 pilar ini kepala desa, Babinsa, Babinkamtibmas mungkin bisa dihadapi dengan tepat. Bukan tidak mungkin, kelompok ini dengan doktrin takfirinya semua adalah hadir kembali bangkit," ucap Tito.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan