kumparan
6 Juli 2018 18:03

Kapolri Sebut Bom Pasuruan Meledak karena Dimainkan Anak Pelaku

Tito Karnavian di konferensi pers akhir tahun
Tito Karnavian di konferensi pers akhir tahun. (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
Bom ikan berdaya ledak rendah yang meledak di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, dipastikan polisi bukanlah sebagai bagian dari aksi teror. Polri mengatakan, bom tersebut meledak tak sengaja ketika dimainkan oleh anak pelaku.
ADVERTISEMENT
"Dari peristiwa ini, ini peristiwa meledak sendiri bukan serangan teror. Bedakan kalau serangan teror itu bom dibawa menuju target. Ini enggak, bom lagi di rumah sendiri, dimainin anak, meledak," ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian usai menghadiri acara di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (7/6).
Tito juga menegaskan agar informasi mengenai ledakan ini tidak dibesar-besarkan karena bom tersebut berdaya ledak rendah.
"Jenis bomnya jangan dibesar-besarkan, ini adalah low explosive seperti bahan mercon, tapi yang sering digunakan untuk bom ikan. Tapi kadang-kadang dipakai oleh kelompok teroris," kataTito.
Menurut Tito, bom itu rencananya akan diledakkan saat penyelenggaraan pilkada serentak di kawasan Surabaya dan sekitarnya. Namun, urung dilakukan karena pengamanan TPS yang sangat ketat.
KTP diduga pelaku pengeboman di Pasuruan
KTP diduga pelaku pengeboman di Pasuruan (Foto: Istimewa)
"Ini tujuannya TPS (saat pilkada serentak) yang kemarin, tetapi karena pengamanan ketat dari petugas Polri/TNI dan lain-lain ditambah dengan pengejaran tekanan dari tim pengajar dari kepolisian terutama, sehingga nggak jadi, " jelas Tito.
ADVERTISEMENT
Bom yang tidak jadi digunakan itu malah dipakai mainan oleh anak pemilik bom.
"Main-main dipakai oleh anak, dipikir mungkin bola atau apa (akhirnya) meledak, anak jadi korban," kata Tito. Akibat ledakan itu, si anak yang baru berusia 2 tahunan menderita luka serius. Dan setelah ledakan, pemilik bom yang bernama Anwar alias Abdullah, kabur dengan naik Astrea Grand.
Tito mengimbau agar masyarakat tenang, karena bom tersebut berdaya ledak rendah, sementara pelaku sudah diketahui identitasnya.
"Ini sekali lagi bom kecil, kita sudah tangkap istrinya, anaknya kita selamatkan (dirawat) di rumah sakit, kemudian serangan kepada TPS tidak jadi, bom meledak sendiri," ulang Tito.
Selain mengantongi identitas pelaku yang bernama Anwar alias Abdullah, Tito juga sudah menangkap satu orang yang terkait dengan pelaku. Meski begitu Tito belum bisa membeberkan identitasnya karena kasus masih dalam penyelidikan.
ADVERTISEMENT
"Satu orang terkait Abdullah ini sudah ditangkap dan setelah itu kita akan kembangkan. Selagi mereka melakukan kegiatan seperti ini, maka membuka pintu bagi polisi, penegak hukum, aparat keamanan untuk mengejar mereka. Kalau sudah tertangkap semua kita umumkan," kata Tito.
"Kalau mereka biasa-biasa saja tidak melakukan kegiatan, kami juga tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi kalau mereka melakukan kegiatan melanggar hukum, membuka pintu kepada kita masuk, kita masuk," lanjutnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan