kumparan
6 Juli 2018 17:44

Kapolri: Tinggalkan Anak, Pelaku Ledakan Bom Pasuruan Pengecut

Kapolri Tito di Mako Brimob
Kapolri Tito di Mako Brimob (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
Seorang anak berusia 2 tahun menjadi korban ledakan bom di sebuah rumah di Pasuruan, Jawa Timur. Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menilai, pelaku yang juga ayah korban Anwar alias Abdullah alias Anwardi pengecut karena meninggalkan anak dan istrinya usai ledakan terjadi.
ADVERTISEMENT
"Anaknya masuk rumah sakit, bapaknya enggak tanggung jawab pengecut, lari. Harusnya tanggung jawab kepada anaknya itu," ujar Tito di ICE BSD, Serpong, Tangerang, Jumat (6/7).
Lokasi ledakan di Pasuruan
Lokasi ledakan di Pasuruan. (Foto: Istimewa)
Tito mengatakan, Abdullah memang sudah merencanakan akan melalukan serangan teror. Tapi, dia dan kelompoknya masih berdiskusi untuk tetap melakukan aksinya atau membatalkan rencana itu.
"Jadi rencana yang kelompok yang bernama Abdullah ini dia untuk melakukan serangan enggak jadi, ada yang bilang oke, ada yang bilang tidak. Ya akhirnya enggak jadi," jelas Tito.
Anak kecil korban ledakan di Pasuruan
Anak kecil korban ledakan di Pasuruan (Foto: Istimewa)
Karena rencana yang sudah disusun urung dilakukan, bom yang sudah dirakit pun tidak terpakai. Rupanya, bom ini malah menjadi mainan oleh sang anak. Sampai akhirnya ledakan pun terjadi.
"Istrinya sudah ditangkap," ucap Tito.
Ledakan di Pasuruan
Wanita bercadar, penghuni Rumah asal Ledakan di Pasuruan diamankan polisi. (Foto: Istimewa)
Ledakan bom di Pasuruan terjadi pada Kamis (5/7). Ledakan pertama terjadi di dalam rumah. Dua ledakan berikutnya terjadi bergantian di luar rumah.
ADVERTISEMENT
Usai ledakan, pelaku yang juga pemilik rumah kabur. Warga lalu membantu mengevakuasi istri dan anak pelaku dari rumah dan membawa ke rumah sakit.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan