Kasus Anak Dianiaya Ibu Tiri: Ada Saksi Kunci yang Lihat Korban Sebelum Tewas

23 Oktober 2025 13:25 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kasus Anak Dianiaya Ibu Tiri: Ada Saksi Kunci yang Lihat Korban Sebelum Tewas
Kasat Reskrim Polres Metro Depok Kompol Made Gede Oka mengatakan berdasarkan penyelidikan ada sejumlah saksi yang melihat kondisi Arrasya sebelum tewas.
kumparanNEWS
Makam Rasya, bocah 6 tahun yang tewas dianiaya ibu tiri usai proses ekshumasi di Makam Kalang Anyar, Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/10/2025). Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Makam Rasya, bocah 6 tahun yang tewas dianiaya ibu tiri usai proses ekshumasi di Makam Kalang Anyar, Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/10/2025). Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparan
ADVERTISEMENT
Muhammad Arrasya Alfarizky (6), tewas akibat dianiaya ibu tirinya, Rita Novita Sari (30), Minggu (19/10). Korban mengalami sejumlah luka di bagian tubuhnya.
ADVERTISEMENT
Kasat Reskrim Polres Metro Depok Kompol Made Gede Oka mengatakan berdasarkan penyelidikan ada sejumlah saksi yang melihat kondisi Arrasya sebelum tewas.
Namun, Made tak menjelaskan lebih lanjut di hari apa para saksi tersebut melihat kondisi korban sebelum dia ditemukan tewas.
“Dari keterangannya, saksi melihat korban [sebelum meninggal] sudah memiliki luka di bibir dan lebam-lebam di bagian punggung,” kata di TPU Kalang Anyar, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Kamis (23/10).
Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Kompol Made Gede Oka Utama menjawab pertanyaan awak media usai ekshumasi makam Rasya di Makam Talang Anyar, Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/10/2025). Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparan
Korban diketahui meninggal dunia akibat pendarahan di bagian kepala. Made mengatakan, pemandi jenazah korban yang bernama Sugeng, juga mengaku melihat banyak luka di tubuh korban.
Setelah menerima laporan dari warga mengenai dugaan penganiayaan itu, polisi lalu bergerak melalukan penyelidikan. Hasilnya, Rita ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.
ADVERTISEMENT
"Ada saksi yang memandikan jenazah langsung dan melihat kondisi tubuh korban tidak wajar," ujarnya.
Rumah kontrakan tempat bocah dipukuli ibu tiri hingga tewas, di Perumahan Griya Citayam Permai, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Rabu (22/10/2025). Foto: Dok. kumparan
Tetangga sebetulnya sudah curiga karena sering lihat Rasya babak belur hingga berdarah.
"Semua (tetangga) sudah curiga, kita selidiki diam-diam, eh tahunya sudah meninggal," kata Yuni saat ditemui, Rabu (22/10).
Yang Yuni tahu, ia dan para tetangga lainnya tidak pernah mendengar suara mencurigakan dari rumah Rasya. "Suara tangisan juga enggak ada," ujarnya.
Lantas apa yang membuat para tetangga curiga?
"Tuh, anak lukanya baru terus. Luka di bibir, telinga berdarah, merah-merah, hidungnya kayak patah. Waktu ditanya 'Kenapa kok benjol?', jawaban dia, 'Aku jatuh di kamar mandi, aku kejedot'," kata Yuni.