News
·
10 Juni 2021 17:58
·
waktu baca 2 menit

Kasus Corona DIY Tambah 455, Didominasi Penularan Akibat Hajatan dan Takziah

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kasus Corona DIY Tambah 455, Didominasi Penularan Akibat Hajatan dan Takziah (106892)
searchPerbesar
Petugas melakukan Rapid Diagnostic Test (RDT) Corona masal di GOR Pangukan, Sleman, D.I Yogyakarta, Selasa (12/5). Foto: ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Kasus penularan corona di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih tinggi. Pada Kamis (10/6), tercatat ada penambahan 455 kasus baru di DIY. Jumlah ini hampir menyamai penambahan harian tertinggi pada 22 Januari lalu yang mencapai 478 kasus baru.
ADVERTISEMENT
"Penambahan kasus terkonfirmasi COVID-19 di DIY sebanyak 455 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 47.432 kasus," kata jubir Pemda DIY untuk Penanganan COVID-19, Berty Murtiningsih, dalam keterangannya, Kamis (10/6).
Menurutnya, 455 kasus itu berasal dari Kota Yogyakarta 74 kasus, Kabupaten Bantul 120 kasus, Kabupaten Kulon Progo 42 kasus, Kabupaten Gunungkidul 58 kasus, dan Kabupaten Sleman 161 kasus.
Kasus Corona DIY Tambah 455, Didominasi Penularan Akibat Hajatan dan Takziah (106893)
searchPerbesar
Petugas medis mengolah hasil tes swab antigen di Posko dukungan penanganan COVID-19 BPBD DIY di Semaki, Yogyakarta, Minggu (3/1/2020). Foto: Hendra Nurdiyansyah/ANTARA FOTO
Sementara itu, kasus sembuh pasien corona di DIY mencapai 43.224 orang dan kasus pasien corona yang meninggal mencapai 1.248 jiwa. Untuk kasus corona aktif di DIY saat ini sebanyak 2.960 kasus.
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan, tingginya kasus corona di DIY disebabkan adanya penularan antar-tetangga maupun keluarga saat hajatan dan takziah.
"Ini mungkin karena akibat kerumunan-kerumunan dan mulai abai terhadap itu (prokes)," kata Aji.
ADVERTISEMENT
"Ini karena klaster muncul di tetangga dan keluarga. Aktivitas hajatan, aktivitas takziah itu," ujarnya.
Kasus Corona DIY Tambah 455, Didominasi Penularan Akibat Hajatan dan Takziah (106894)
searchPerbesar
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Aji mengatakan, berdasarkan analisis Pemda DIY, lonjakan ini bukan karena aktivitas saat Idul Fitri.
"Hari Raya, dua minggu (setelahnya) masih landai. Kita sudah pantau 2 minggu setelah Hari Raya landai. Mestinya hari kesepuluh dari Hari Raya sudah kelihatan kalau penyebanya dari Hari Raya," pungkasnya.
Terkait kondisi ini, Aji sebelumnya telah mengingatkan masyarakat agar tak mengundang banyak tamu saat hajatan. Sementara untuk takziah bisa dihadiri keluarga terdekat. Hal ini dalam rangka kedisiplinan masyarakat mencegah adanya kerumunan.
"Jadi bukan dilarang menikahkan anaknya, tetapi yang tidak boleh itu hajatan pakai pesta mendatangkan banyak orang apalagi di rumah tidak ada jarak sama sekali di antara mereka," kata Aji di Kepatihan Pemda DIY, Jumat (28/5).
ADVERTISEMENT
"Takziah saudara terdekat saja," tutur dia.