News
·
12 April 2021 19:01

Kasus Corona Melonjak, Turki Buka Opsi Lockdown Total Sepanjang Ramadhan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kasus Corona Melonjak, Turki Buka Opsi Lockdown Total Sepanjang Ramadhan (15091)
Mahya bertuliskan "hidup pas di rumah" terlihat dipasang antara menara masjid Yeni New, ketika wabah virus corona berlanjut di Istanbul, Turki. Foto: REUTERS/Umit Bektas
Turki berencana memperketat pembatasan. Kebijakan ini diambil seiring melonjaknya kasus infeksi virus corona harian.
ADVERTISEMENT
Kini, Turki menempati urutan keempat secara global negara dengan jumlah kasus baru terbanyak. Dalam 24 jam, penambahan kasus baru di Turki mencapai lebih dari 50 ribu.
Lonjakan ini lima kali lipat lebih besar dari awal Maret 2021 lalu. Ketika itu, Pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan memutuskan melonggarkan pembatasan dengan memberlakukan kebijakan normalisasi terkontrol.
Kasus Corona Melonjak, Turki Buka Opsi Lockdown Total Sepanjang Ramadhan (15092)
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di Istanbul, Turki. Foto: Reuters/Umit Bektas
Diduga kuat selain karena pelonggaran, lonjakan terjadi lantaran masuknya varian corona import uang lebih menular.
Pejabat yang namanya disamarkan itu menyatakan, periode normalisasi normal tak berjalan mulus. Oleh sebab itu, pada Selasa (13/4/2021) kabinet akan bertemu demi membahas pengetatan pembahasan.
"Tampaknya tak ada solusi lain dibanding mengambil tindakan lebih keras," kata pejabat tersebut seperti dikutip dari Reuters.
ADVERTISEMENT
Dia menambahkan, pengetatan pembatasan termasuk membatasi perjalanan antarkota, membatasi pergerakan warga di bawah 20 tahun dan di atas 65 tahun, dan menutup tempat rekreasi dan olahraga.
Sedangkan sumber terpisah menyebut, pemerintah membuka opsi lockdown total saat Ramadhan. Jika gagal maka pembatasan transportasi antarkota dan pembatasan jam kerja akan dilakukan.
Sebelumnya pada 29 Maret Turki mengumumkan selama Ramadhan jam operasional restoran dibatasi. Jam malam mulai pukul 9 malam hingga lima pagi akan pula berlaku.
Saat ini terdapat 3,85 juta kasus infeksi virus corona di Turki. Sebanyak 33 ribu di antaranya meninggal dunia.