News
·
22 Juli 2021 19:42
·
waktu baca 1 menit

Kasus Kremasi Jenazah COVID-19 Rp 80 Juta: Jangan Cari Untung dalam Kesulitan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kasus Kremasi Jenazah COVID-19 Rp 80 Juta: Jangan Cari Untung dalam Kesulitan (57376)
searchPerbesar
Karyawan krematorium bekerja di depan oven kremasi di krematorium San Isidro, Meksiko. Foto: REUTERS/Carlos Jasso
Polres Jakarta Barat telah memeriksa pemilik Yayasan Rumah Duka yang beralamat di Jalan Daan Mogot, dan pria yang memviralkan daftar biaya kremasi senilai Rp 80 juta.
ADVERTISEMENT
Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo mengatakan, tidak sepantasnya di saat kondisi sulit saat ini mencari untung dari proses kremasi jenazah.
“Kami harap hal ini tidak terjadi karena pandemi cukup susah jadi jangan ambil keuntungan dalam kesulitan orang,” kata Ady di Jakarta, Kamis (22/7).
Ady menuturkan, pihaknya akan mencari kebenaran dalam kasus kartel kremasi jenazah korban COVID-19.
“Pastinya dalam case ini kami belum bisa sampaikan hal yang banyak karena masih proses penyelidikan. Sementara baru diperiksa dua orang kemungkinan bisa lebih kami periksa,” ujar Ady.
Sebelumnya, beredar di media sosial daftar biaya proses pemakaman jenazah korban COVID-19 senilai Rp 80 Juta. Dari daftar biaya yang beredar, tampak biaya peti jenazah Rp 25 Juta, transport Rp 7.500.000, kremasi Rp 45 juta, pemulasaran Rp 2.500.00. Bila ditotalkan mencapai Rp 80 juta.
ADVERTISEMENT