Kasus Omicron di RI Jadi 1.998, PPLN Masih Dominasi

27 Januari 2022 2:14
·
waktu baca 1 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kasus Omicron di RI Jadi 1.998, PPLN Masih Dominasi (167517)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi virus corona Omicron. Foto: Dado Ruvic/REUTERS
ADVERTISEMENT
Kasus corona varian Omicron di Indonesia masih mengalami peningkatan. Data Kemenkes RI yang dirilis pada 26 Januari 2022 mencatat kasus Omicron di Indonesia sebanyak 1.998 kasus.
ADVERTISEMENT
Penambahan terakhir pada 25 Januari 2022 sebanyak 225 kasus. Itu menjadi penambahan kasus tertinggi ketiga sepanjang bulan ini.
Secara keseluruhan kasus Omicron di Indonesia masih didominasi oleh pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Kasus PPLN tercatat sebanyak 1.160 kasus, sedangkan transmisi lokal sebanyak 606 kasus. Sementara sisanya tidak diketahui.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Kedatangan dari Arab Saudi menjadi penyumbang kasus PPLN, yakni sebesar 151 kasus. Lalu kedua tertinggi dari Turki dengan 134 kasus, dilanjutkan USA sebanyak 105 kasus, Malaysia 84 kasus, dan UEA 70 kasus.
Kasus Omicron di RI Jadi 1.998, PPLN Masih Dominasi (167518)
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah warga menunggu untuk menjalani tes usap COVID-19 massal di Kelurahan Krukut, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (10/1/2022). Foto: Muhammad Adimaja/Antara Foto
Sementara untuk transmisi lokal, kasus Omicron tersebar di delapan provinsi. Yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan Sulawesi Selatan.
Sedangkan untuk status vaksinasi, sebagian besar yang terinfeksi Omicron sudah menjalani vaksinasi lengkap, yaitu sebanyak 47,5 persen. Sementara yang belum vaksinasi sebanyak 4,4 persen dan 2,2 persen vaksinasinya belum lengkap. Sisanya, 45,9 persen tidak diketahui status vaksinasinya.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020