Kasus Penipuan Modus Pinjol, Mahasiswa IPB Mengaku Diteror Pelaku

16 November 2022 11:28
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi Pinjaman Online. Foto: Dok. Finmas
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pinjaman Online. Foto: Dok. Finmas
ADVERTISEMENT
Ratusan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) atau IPB University menjadi korban dugaan penipuan modus pencairan dana menggunakan pinjaman online (pinjol).
ADVERTISEMENT
Para mahasiswa IPB University itu menjadi korban dugaan penipuan transaksi pinjol legal yang dilakukan oleh pelaku. Dalam kasus ini, tidak ada transaksi yang sifatnya individual yang dilakukan mahasiswa IPB University.
Para mahasiswa ditawari keuntungan 10 persen oleh pelaku dengan melakukan suatu ‘proyek bersama'. Mahasiswa IPB diminta untuk mengajukan pinjaman online ke suatu aplikasi pinjol legal atas nama mereka. Lalu pelaku meminta dana tersebut untuk digunakan transaksi di toko online milik pelaku dengan janji bahwa pelaku akan membayar cicilan pinjol.
Namun, ternyata pelaku tidak melakukan pembayaran dengan lancar. Sehingga mahasiswa yang namanya dipakai untuk pinjaman online harus menanggung kerugian. Salah satu korban, Aurelia, bahkan mengaku diteror.
"Semoga masalah ini cepat terselesaikan karena ini masing-masing korban terus menerus diteror debt collector dan beberapa orang tua kami juga khawatir karena tagihan limitnya terlalu besar. Saya berharap juga mungkin dari pelaku bisa sampai ke hukum karena ini benar-benar kasus penipuan yang sangat besar sekali," kata Aurelia, koordinator perwakilan korban mahasiswa, Selasa (15/11) malam.
ADVERTISEMENT

Aurelia mengungkapkan, teror semakin banyak dilakukan setelah para mahasiswa bersuara di media dan melaporkan kejadian ini ke kepolisian. Teror tak hanya dilakukan debt collector, melainkan juga dilakukan pelaku, yakni seorang perempuan berinisial SA.

"Jadi kebetulan saya dikontak (pelaku) melalui chat WhatsApp, si pelaku sudah mengetahui berita ini. Terus dia bilang, dia masih menyiasati akan bertanggung jawab membayar tagihan ini meskipun tidak ada buktinya sama sekali sampai saat ini. Dan saya chat dia kan, dia jawab 'mau sampai kapan Aurel, gara-gara kamu saya sampai seperti ini'," ungkap Aurel.
Ilustrasi pinjaman online. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pinjaman online. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Setelah pertemuan dengan Rektor IPB pada Selasa (15/11) malam, Aurel menyampaikan pihak rektorat langsung bergerak. Para mahasiswa yang menjadi korban diundang untuk menjelaskan kronologi penipuan yang menimpa mereka.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Untuk datang (dipanggil) ke rektorat di ruangan senat akademik bertemu dengan pimpinan, Rektor Pak Arif Satria. Di sana kami menjelaskan kronologi kejadiannya secara rinci," kata Aurel.
Dari hasil pertemuan, lanjut Aurel, IPB akan memberi bantuan hukum melalui tim yang akan bekerja sama dengan kepolisian.
"Pihak rektorat nantinya akan memberikan bantuan untuk seluruh korban dari mahasiswa IPB ini, yang mana nantinya akan bekerja sama dengan Kepolisian Kota Bogor maupun Polres Kabupaten Bogor. Sesuai dengan bagaimana kronologinya itu terjadi," jelas Aurel.
Polisi Janji Lindungi Korban
Wakapolresta Bogor Kota AKBP Ferdy Irawan mengatakan sudah mendengar kabar soal ratusan mahasiwa menjadi korban kasus dugaan penipuan dan penggelapan oleh SA dan mereka dikejar-kejar oleh debt collector.
"Kita telusuri bahwa memang benar uang tersebut tidak mereka nikmati dan mereka sebenarnya menjadi korban penipuan. Tetapi ini harus kita telusuri satu per satu, ya. Karena, kan, 311 orang yang sekarang terdata. Apakah semuanya sudah yang meminjam online, sudah diserahkan semuanya kepada terlapor atau mungkin ada yang belum sempat diserahkan," kata Ferdy, Selasa (15/11) malam.
Ilustrasi pinjol. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pinjol. Foto: Shutter Stock
Ferdy menjelaskan, polisi akan mencari pelaku dugaan penipuan ini. Pihaknya juga akan memberikan perlindungan kepada para korban.
ADVERTISEMENT
"Nanti kita coba pendampingan kepada para korban ini seperti apa kira-kira jalan keluarnya terhadap pinjaman online yang mereka sudah lakukan," imbuhnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020