kumparan
search-gray
News13 Juli 2020 11:43

Kasus Virus Corona di Jakarta Kembali Melonjak karena Lemahnya Pengawasan

Konten Redaksi kumparan
Kasus Virus Corona di Jakarta Kembali Melonjak karena Lemahnya Pengawasan (987345)
Petugas membersihkan area stasiun untuk mengantisipasi penyebaran virus corona saat PSBB transisi di Jakarta. Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERS
DPRD DKI Jakarta angkat bicara soal melonjaknya kasus virus corona di Jakarta. Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari fraksi PDIP Gilbert Simanjuntak menilai, kasus corona meningkat 3 kali lipat dalam seminggu karena pengawasan yang lemah dari pemerintah.
ADVERTISEMENT
Menurut Gilbert, lemahnya pengawasan sudah terjadi sejak dua minggu lalu. Hal itu membuat kasus corona terakumulasi saat ini hingga angkanya melonjak tinggi.
"Kenapa bisa meledak sekarang artinya dari dua minggu yang lalu udah enggak ada pengawasan. Kalau ada pengawasan dari dua minggu yang lalu juga ya enggak mungkin begini, minim ya bukan enggak ada, yah lemah gitu," kata Gilbert kepada wartawan, Senin (13/7).
"Jadi ya berdampak ke sekarang enggak bisa kita kemudian mengatakan masyarakat begini, masyarakat mesti ditertibkan dan itu yang lemah dari Anies," tambah dia.
Kasus Virus Corona di Jakarta Kembali Melonjak karena Lemahnya Pengawasan (987346)
Seorang laki-laki mengenakan masker dan berdiri di depan toko yang tutup akibat merebaknya wabah virus corona di Pasar Minggu, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Menurut Gilbert, dalam kondisi saat ini pemerintah harus menutup klaster yang menjadi tempat penyebaran virus corona. Penutupan ini harus tegas dilakukan agar virus tidak tersebar kembali.
ADVERTISEMENT
"Pemeriksaan segala macam tuh enggak ada gunanya. Emangnya kalau kalian periksa terus mau diapain? Yang penting itu kalian temukan di mana klasternya, lalu kemudian di klaster itu langsung diblok. Jadi di situ butuh ketegasan, itu yang bisa kita lihat di lapangan kurang," kata Gilbert.

Tak Bisa PSBB Penuh Meski Virus Corona di Jakarta Melonjak

Gilbert mengatakan, meski terjadi lonjakan kasus corona di Jakarta, pemerintah tidak bisa kembali ke PSBB penuh. Alasannya Pemprov DKI butuh pemasukan dari sektor ekonomi yang ada di Jakarta. Pemasukan itu sempat tersendat saat PSBB penuh dijalankan.
"Kondisi saat ini kita belum mencapai yang dibutuhkan untuk APBD. Kemarin kan mengalami kontraksi sampai kemudian 53% kan jadi kurang dari setengah dari anggaran yang mungkin tercapai dari paparannya Sekda. Sekarang mau cari darimana dengan kondisi sekarang karena ekonomi juga belum pulih," kata Gilbert.
ADVERTISEMENT
"Artinya kita juga tidak bisa berharap banyak dari keuangan DKI tok, dia akan minta ke pusat. Walaupun pusat sekarang juga bukan dalam kondisi sehat kan bebannya dia se-Indonesia," tambah Gilbert.
Melihat kondisi itu Gilbert pesimistis Anies akan kembali memberlakukan PSBB penuh. Namun keputusan tetap ada di tangan mantan Mendikbud itu.
"Tentu kebijakan di tangannya dia tetapi kalau melihat kondisi keuangan saat ini amat susah untuk dikerjakan. Amat susah," tutup Gilbert.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
***
Saksikan video menarik di bawah ini.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white