Kebakaran Ekstrem di Prancis, 10 Ribu Warga Mengungsi

12 Agustus 2022 3:08
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pesawat pemadam kebakaran dikerahkan di dekat Gignac, Prancis selatan, yang belum padam pada Selasa (26/7/2022). Foto: Sylvain Thomas/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Pesawat pemadam kebakaran dikerahkan di dekat Gignac, Prancis selatan, yang belum padam pada Selasa (26/7/2022). Foto: Sylvain Thomas/AFP
ADVERTISEMENT
Kebakaran hutan ekstrem melanda barat daya Prancis sejak Selasa (9/10) dan masih berlangsung hingga Kamis (11/10). Akibat kebakaran ini, sejumlah kawasan hutan terdampak dan 10.000 orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka.
ADVERTISEMENT
Petugas pemadam kebakaran yang didukung oleh pesawat pembawa air masih berjuang di sejumlah titik. Mereka khawatir kondisi akan semakin parah apabila tak ada penurunan suhu terik sebelum akhir pekan, dan mengatakan api besar dapat berubah arah setiap saat.
"Ini ogre, ini monster," kata Gregory Allione dari badan pemadam kebakaran Prancis FNSPF kepada Radio RTL, dikutip dari Reuters.
Kebakaran hutan telah terjadi di seluruh Eropa musim panas ini. Gelombang panas berturut-turut 'memanggang' benua itu, meningkatkan risiko perubahan iklim terhadap industri dan mata pencaharian.
Kebakaran hutan di dekat Gignac, Prancis selatan, yang belum padam pada Selasa (26/7/2022). Foto: Sylvain Thomas/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Kebakaran hutan di dekat Gignac, Prancis selatan, yang belum padam pada Selasa (26/7/2022). Foto: Sylvain Thomas/AFP
Seorang warga, Valentine Dupy, mengambil foto rumahnya dengan ponselnya sebelum dievakuasi dari Belin-Beliet, di jantung wilayah Gironde.
"Untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu," kata dia.
"Itu seperti kiamat. Asap di mana-mana, dan pesawat melemparkan bubuk oranye ke api," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Petugas pemadam kebakaran mengatakan mereka telah berhasil menyelamatkan desa tempat Dupy tinggal, yang berubah menjadi kota 'hantu' setelah polisi menyuruh warga mengungsi saat api mendekat.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Tetapi kobaran api telanjur mencapai pinggiran kota, meninggalkan rumah-rumah yang hancur dan traktor yang hangus di belakangnya.
"Kami beruntung. Rumah kami terselamatkan. Tapi Anda melihat bencana di sana-sini. Beberapa rumah tidak bisa diselamatkan," kata warga Gaetan sambil menunjuk rumah-rumah yang terbakar habis.
Dukungan tambahan masih dalam perjalanan dari seluruh Eropa. Ada 361 petugas pemadam kebakaran, serta truk dan pesawat pembawa air. Ini diharapkan mendukung 1.100 petugas pemadam kebakaran Prancis yang sudah berada di lapangan.
"Kami masih dalam fase (berusaha) membatasi api, mengarahkannya ke tempat yang kami inginkan, di mana ada lebih sedikit vegetasi, di mana kendaraan kami dapat memposisikan diri dengan baik. Sehingga kami akhirnya dapat memperbaikinya, mengendalikannya dan memadamkannya," kata Matthieu Jomain, juru bicara petugas pemadam kebakaran Gironde.
Pesawat pemadam kebakaran memadamkan kebakaran hutan di dekat Gignac, Prancis selatan, yang belum padam pada Selasa (26/7/2022). Foto: Sylvain Thomas/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Pesawat pemadam kebakaran memadamkan kebakaran hutan di dekat Gignac, Prancis selatan, yang belum padam pada Selasa (26/7/2022). Foto: Sylvain Thomas/AFP
Lebih dari 60.000 hektar (230 mil persegi) telah terbakar sejauh ini di Prancis di 2022. Menurut data dari Sistem Informasi Kebakaran Hutan Eropa menunjukkan, ini enam kali rata-rata setahun penuh untuk 2006-2021.
ADVERTISEMENT
Pihak berwenang Prancis mengatakan suhu di wilayah Gironde akan mencapai 40 Celcius (104 Fahrenheit) pada Kamis dan tetap tinggi hingga Sabtu (13/8).
Petugas pemadam kebakaran memperingatkan "koktail eksplosif" dari kondisi cuaca, dengan angin dan kondisi kotak tinder membantu 'mengipasi' api.
Sebelumnya, Gironde telah dilanda kebakaran hutan besar pada Juli yang menghancurkan lebih dari 20.000 hektar hutan dan memaksa hampir 40.000 orang meninggalkan rumah mereka untuk sementara.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020