Kebakaran Kasino di Kamboja: Korban Tewas 27 Orang, Evakuasi Masih Berlanjut

30 Desember 2022 14:37 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Asap mengepul dari kebakaran di hotel-kasino Grand Diamond City di Poipet, Kamboja, Thailand, Kamis (29/12/2022). Foto: STR/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Asap mengepul dari kebakaran di hotel-kasino Grand Diamond City di Poipet, Kamboja, Thailand, Kamis (29/12/2022). Foto: STR/AFP
ADVERTISEMENT
Ratusan personel tim penyelamat masih berupaya mencari korban kebakaran di hotel-kasino Grand Diamond City, Kota Poipet, Kamboja, yang dilalap api pada Rabu (28/12).
ADVERTISEMENT
Sekitar 100 tim penyelamat tampak berkerumun di area kasino yang lokasinya berbatasan dengan Thailand itu. Demi mempercepat proses evakuasi, mereka dibantu oleh tim gabungan dari tentara dan polisi Kamboja, serta sukarelawan dari Thailand.
Mereka meyakini, masih ada korban kebakaran yang terperangkap dalam gedung bertingkat yang dibangun sejak Oktober 2021 itu. Hingga saat ini, pada Jumat (30/12) dilaporkan korban jiwa tercatat sejumlah 27 orang dan 70 orang luka-luka.
Jumlah ini meningkat dari informasi awal yang diberikan sebelumnya. Pihak berwenang pada Kamis (29/12) melaporkan, terdapat 10 orang meninggal dunia dalam kebakaran tersebut.
Dan menurut otoritas Kamboja, angka ini dapat terus bertambah seiring dengan proses evakuasi yang masih berlanjut.
ADVERTISEMENT
"Kami yakin masih banyak mayat yang masih terperangkap di dalam kompleks itu," kata salah seorang petugas di lokasi kejadian, seperti dikutip dari AFP.
Sebagian besar korban terdiri dari warga negara Thailand, Kamboja, dan 8 di antaranya diketahui adalah Warga Negara Indonesia (WNI). Namun, ke-8 WNI tersebut hanya mengalami luka ringan dan kini sudah dipulangkan dari rumah sakit.
Petugas penyelamat membawa orang yang terluka dengan tandu di lokasi kebakaran di kasino hotel Grand Diamond City di Poipet, Kamboja, Thailand, Kamis (29/12/2022). Foto: STR/AFP
Lebih lanjut, sekitar 400 karyawan dan pengunjung berada dalam Grand Diamond City saat kebakaran terjadi sekitar pukul 23.30 pada Rabu (28/12).
Rekaman dari tempat kejadian menunjukkan, orang-orang berkerumun di ambang jendela untuk menghindari kobaran api dan mencoba untuk melarikan diri dari atap.
Namun, karena panik beberapa di antaranya justru mencederai diri mereka sendiri. "Dua orang tewas seketika ketika mereka menyentuh tanah dan sekitar empat hingga lima [lainnya] patah kaki," jelas petugas dari Yayasan Penyelamatan Aranyaprathet, Peerapan Srisakorn.
ADVERTISEMENT
Hingga saat ini, belum dapat diketahui secara pasti asal mula kobaran api. Namun, Peerapan menduga, percikan api muncul dari sebuah restoran yang terletak di lantai bawah sebelum menyebar ke bagian lain dari kompleks tersebut.
Kondisi cuaca dan banyaknya material yang mudah terbakar di dalam gedung itu memungkinkan api untuk menyebar lebih cepat. "Tadi malam angin kencang sekali," ungkap Peerapan.
"Api menyebar dengan cepat ke lantai atas dan kemudian ke setiap sisi, menelan seluruh bangunan," lanjut dia.