kumparan
2 Juni 2018 9:32

Keberadaan Tentara AS di Korsel Tak Akan Dibahas Trump dan Kim Jong-un

Kim Jong Un dan Donald Trump
Kim Jong Un dan Donald Trump. (Foto: Reuters)
Keberadaan tentara Amerika Serikat di Korea Selatan, tidak akan jadi topik pembahasan pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. Pertemuan itu rencananya akan dihelat 12 Juni mendatang di Singapura.
ADVERTISEMENT
Kepastian tersebut disampaikan oleh Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Jim Mattis yang tengah berada di Singapura.
"Isu itu tidak akan berada di atas meja perundingan pada tanggal 12 nanti," sebut Mattis seperti dikutip dari AFP, Sabtu (2/6).
Hingga kini, ada sebanyak 28.500 tentara Amerika Serikat yang ditempatkan di Negeri Gingseng.
Tentara AS di Korsel
Tentara AS di Korsel (Foto: AFP/Jung Yeon-Je )
Sebelumnya, Korsel menyatakan jika berdamai Korut mereka enggan 'mengusir' tentara AS yang berada di negaranya. Sebab, tentara AS adalah bagian perjanjian militer yang sudah disepakati negaranya dan Washington.
"Tentara AS yang ditugaskan di Korea Selatan adalah perjanjian persekutuan antara Korsel dan AS," ucap juru bicara Istana Kepresidenan Korsel di Gedung Biru, Kim Eui-kyeom awal Mei lalu.
"Jadi hal ini sama sekali tidak berkaitan dengan perjanjian damai (dengan Korea Utara)," sambung dia.
ADVERTISEMENT
Isu ini menjadi topik pembicaraan hangat masyarakat Korea Selatan usai Penasihat Presiden Korsel, Moon Chung-in, menyampaikan pendapatnya soal kehadiran tentara AS. Moon menyebut, kehadiran tentara AS akan menyulitkan hubungan dua negara jika Korut dan Korsel mendatangani perjanjian damai.
Korut sebenarnya, telah lama meminta Korsel memulangkan Tentara AS sebagai salah satu syarat perdamaian.
Namun, saat KTT Korea antara Kim Jong-un dan Presiden Korsel Moon Jae-in April lalu, kedua pemimpin tidak menyinggung sama sekali soal masa depan Tentara AS di Korea Selatan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan