kumparan
8 Mei 2019 15:10 WIB

Kegiatan Ramadhan di Masjid Jogokariyan dengan Saldo Kas Hanya Rp 0

Suasana Masjid Jogokariyan. Foto: Arfiansyah Panji/kumparan
Jika tinggal di Yogyakarta tentu tak asing dengan Jalan Jogokariyan di Kecamatan Mantrijeron. Pada bulan Ramadhan, jalanan tersebut dipenuhi ratusan stan beraneka takjil.
ADVERTISEMENT
Selain menjadi surganya jajanan untuk buka puasa, di Masjid Jogokariyan juga ada berbagai kegiatan selama bulan suci Ramadhan.
Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan, Ustaz Muhammad Jazir ASP menjelaskan selama Ramadhan, Masjid Jogokariyan akan kedatangan imam dari Gaza, Palestina. Imam tersebut akan memimpin tarawih selama tiga hari pertama Ramadhan.
“Sudah dari Ramadhan pertama (imam dari Gaza). Kita hanya tiga hari awal kemudian kita kirim ke masjid-masjid yang lain,” ujar Jazir kepada kumparan, Rabu (8/5).
Kampoeng Ramadhan Jogokariyan. Foto: Arfiansyah Panji Purunandaru/kumparan
Jazir tak hafal nama panjang imam dari Gaza itu. Namun yang pasti keberadaan imam dari Gaza itu untuk membuat jemaah di sekitar semakin semangat dalam beribadah.
"Orang berani mengundang pemain asing dalam sepakbola agar kualitas sepakbola bagus, mosok untuk imam enggak berani. Kira-kira begitu,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Selain mendatangkan seorang imam dari Gaza, Masjid Jogokariyan juga menyimpan keunikan lainnya. Setiap mengumumkan uang kas masjid, saldo selalu dalam keadaan Rp 0.
Padahal, jemaah di masjid itu tak hanya dari kampung Jogokariyan saja. Tapi ada juga dari berbagai daerah.
Jazir mengatakan masjidnya memang sengaja mengumumkan saldo kas dalam keadaan Rp 0. Dia mengatakan pengurus masjid tak ingin saldo kasnya sampai berjuta-juta dan diendapkan dalam sebuah rekening.
Suasana Masjid Jogokariyan. Foto: Arfiansyah Panji/kumparan
Jazir mengambil contoh pada bulan Ramadhan tahun lalu. Ada dana masuk ke kas sebesar Rp 1,7 miliar. Duit itu sebagian digunakan untuk fasilitas ibadah jemaah.
Sisanya, disalurkan ke 170 masjid binaan yang tersebar di seluruh wilayah DIY. "Banyak masjid yang dibina. Kami bantu masjid (lain), termasuk buka puasa tahun lalu ada 170 masjid," kata Jazir.
ADVERTISEMENT
Fasilitas ibadah untuk jemaah ini menjadi prioritas pengurus Masjid Jogokariyan. Menurut Jazir, semakin bagus fasilitas dan pelayanan kepada jemaah, maka semakin banyak infaq yang masuk ke kas masjid.
“Pelayanan ibadah, kita pilih imam yang bagus, kemudian pelayanan sarana ibadah dari kamar mandi bersih, pintu beres, ada sabun dan layanan keamanan bahwa yang beribadah di situ barangnya dijamin. Kalau aman, nyaman, pasti mereka senang dateng. Kalau senang, pasti ada kontribusi berupa infaq atau sodaqoh,” ujarnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan