kumparan
16 Januari 2020 23:45

Kejagung Geledah Rumah Eks Kadiv Investasi Jiwasraya Syahmirwan

Kejaksaan Agung, Syahmirwan
Mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Syahmirwan mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Kejaksaan Agung menggeledah rumah mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya, Syahmirwan, pada Kamis (16/1). Rumah itu terletak di Jalan Kavling AL, Duren Sawit, Jakarta Timur.
ADVERTISEMENT
"Rumah yang beralamat telah didatangi oleh 10 (sepuluh) orang Jaksa Penyidik Tipikor dari Gedung Bundar Kejaksaan Agung RI tersebut merupakan tempat domisili dari tersangka S," kata Kapuspenkum Kejagung, Hari Setiyono, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/1).
Penggeledahan dilakukan untuk kepentingan penyidikan kasus Jiwasraya. Sejumlah barang yang diduga terkait dengan kasus diamankan oleh penyidik Kejagung. Namun, Hari belum merinci barang-barang yang dimaksud.
"Nantinya dapat dijadikan barang bukti sekaligus yang bernilai ekonomis akan dapat digunakan untuk mengembalikan kerugian keuangan negara," tuturnya.
Dalam kasus Jiwasraya, Kejagung menetapkan lima orang tersangka dan menahannya. Mereka ialah mantan Direktur Utama Jiwasraya, Hendrisman Rahim; mantan Direktur Keuangan Jiwasraya, Hary Prasetyo; mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya, Syahmirwan; Komisaris PT Hanson Internasional Tbk, Benny Tjokro; dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera (TRAM) Tbk, Heru Hidayat.
ADVERTISEMENT
Penyidik Kejagung, pada Rabu (15/1), juga menggeledah rumah eks Hendrisman Rahim di Menteng, Jakarta Pusat, dan rumah Hary Prasetyo. Sejumlah aset yang diduga terkait kasus Jiwasraya disita.
Dari rumah Hendrisman, penyidik menyita mobil Mercedes Benz, mobil Toyota Alphard, dan motor Harley Davidson.
Sementara dari kediaman Hary, penyidik menyita mobil Mercedes Benz dan mobil Toyota Alphard. Khusus untuk mobil Mercy, tercatat atas nama istri Hary.
"Penyidik akan menindaklanjuti dengan persetujuan penyitaan yang dimohonkan kepada pengadilan. Apabila sudah ada penetapan pengadilan, itu akan jadi barang sitaan untuk jadi barbuk perkara," kata Hari Setiyono di kantornya, Kamis (16/1).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan