News
·
12 September 2020 19:40

Kemanusiaan Jadi Alasan Indonesia Terima Pengungsi Rohingya

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kemanusiaan Jadi Alasan Indonesia Terima Pengungsi Rohingya (154413)
Menlu RI Retno Marsudi dalam pertemuan antar Menlu ASEAN. Foto: Dok. Kemlu
Pada 7 September lalu, 296 pengungsi Rohingya tiba di Aceh setelah 7 bulan mengarungi lautan. Sejak saat itu, mereka diterima dan ditempatkan sementara di BLK Meunasah, Lhokseumawe.
ADVERTISEMENT
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyebut, Indonesia menerima kedatangan para pengungsi sementara atas dasar kemanusiaan.
"Keputusan kita untuk sementara menampung para iregular migran ini atas dasar kemanusiaan dan mengatasi situasi darurat mereka. Mereka sudah terapung di laut 7 bulan," kata Menlu Retno Marsudi dalam press briefing, Sabtu (12/9).
Sementara menampung, Retno terus membawa permasalahan pengungsi Rohingya ini ke forum internasional. Termasuk mendesak kepada pemerintah Myanmar untuk merampungkan masalah konflik dalam negeri nya, serta merepatriasi para pengungsi secara sukarela dan bermartabat.
"Saya tegaskan ke pemerintah Myanmar untuk menyelesaikan masalah dari akarnya, saya mendesak agar pemerintah Myanmar melakukan upaya konkret termasuk repatriasi yang sukarela dan bermartabat," kata Retno.
Retno juga mendesak komunitas internasional untuk berbagi tanggung jawab. Termasuk negara peserta konvensi pengungsi 1951, dan LSM yang menyoroti masalah pengungsi ini.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, para pengungsi ini terdiri dari 105 laki-laki, 191 dengan 183 orang perempuan berusia di bawah 18 tahun. Dari 296 pengungsi, 119 orang di antaranya sudah memiliki status pengungsi dari UNHCR.
Soal kesehatan, semua pengungsi dinyatakan non reaktif COVID-19. 3 orang pengungsi sudah meninggal dunia, akibat penyakit beri-beri dan kondisi tubuh yang melemah akibat perjalanan di laut. 3 pengungsi yang meninggal tersebut juga sudah di tes swab, dan hasil nya negatif COVID-19.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)