Kembangkan Rudal Canggih Baru, Korut Uji Coba Mesin Berbahan Bakar Padat

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sebuah rudal balistik antarbenua (ICBM) diluncurkan dalam foto tak bertanggal ini yang dirilis pada 19 November 2022 oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) Korea Utara. Foto: KCNA via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Sebuah rudal balistik antarbenua (ICBM) diluncurkan dalam foto tak bertanggal ini yang dirilis pada 19 November 2022 oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) Korea Utara. Foto: KCNA via REUTERS

Korea Utara menguji 'mesin berbahan bakar bakar padat dengan daya dorong tinggi' untuk mengembangkan senjata baru pada Kamis (15/12).

Terlepas dari sanksi internasional yang berat atas program senjatanya, Pyongyang telah memaksimalkan gudang senjata negara itu yang terdiri dari rudal balistik antarbenua (ICBM).

Semua ICBM milik Korrut berbahan bakar cair. Namun, Pemimpin Tertinggi Korut, Kim jong-un pernah menyinggung pengembangan mesin berbahan bakar padat untuk rudal yang lebih canggih.

Kim menjadikannya sebagai prioritas strategis Korut.

Kim terlihat mengawasi uji coba terbaru di Sohae Satellite Launch Ground di Kabupaten Cholsan, Provinsi Pyongan Utara. Dia mengamati mesin ini memuntahkan api knalpot berwarna kuning.

Dengan rokok yang menyala di satu tangannya, Kim tampak menyeringai. Asap putih menjulang dari peluncuran di belakangnya.

Rudal berbahan bakar cair terkenal sulit dioperasikan, serta membutuhkan waktu lama untuk diluncurkan. Dengan demikian, rudal ini lebih lambat dan lebih mudah terlihat musuh.

"Rudal berbahan bakar padat lebih gesit, lebih cepat diluncurkan, dan lebih mudah disembunyikan dan digunakan selama konflik," papar profesor di Ewha University di Seoul, Leif-Eric Easley, dikutip dari AFP, Jumat (16/12).

"Setelah dikerahkan, teknologi ini akan membuat kekuatan nuklir Korut lebih fleksibel, dapat bertahan, dan berbahaya," sambung dia.

Kim ingin memiliki kekuatan nuklir terkuat di dunia. Dia menyatakan bahwa status negaranya sebagai negara nuklir tidak dapat diubah.

Maka dari itu, Kim mendorong pengembangan ICBM berbahan bakar padat yang dapat diluncurkan dari darat atau kapal selam.

Pengujian terbaru menjadi satu langkah untuk mencapai tujuan tersebut. Tetapi, analis mengatakan, mereka tidak tahu sudah seberapa jauh dia mengembangkan rudal semacam ini.

"Sulit untuk menilai daya dorong yang diklaim Korut," terang peneliti di International Institute for Strategic Studies (IISS), Joseph Dempsey.

"Tantangan teknis apa lagi yang tersisa dan seberapa jauh uji terbang dari sistem semacam itu masih belum diketahui," tambahnya.