News
·
23 Juli 2021 10:52
·
waktu baca 2 menit

Kemenaker Terus Matangkan Program Bantuan Subsidi Upah 2021

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kemenaker Terus Matangkan Program Bantuan Subsidi Upah 2021 (12557)
searchPerbesar
Ilustrasi uang rupiah. Foto: Shutterstock
Menaker Ida Fauziyah, menegaskan hingga saat ini, pihaknya masih terus mematangkan kebijakan penyaluran bantuan pemerintah berupa subsidi upah/gaji (BSU) bagi pekerja/buruh pada 2021.
ADVERTISEMENT
Kebijakan sebagai upaya membantu mengatasi dampak sektor ketenagakerjaan akibat pandemi COVID-19, khususnya di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3-4.
Melalui kebijakan penyaluran BSU 2021 yang diluncurkan ke publik pada Rabu (21/7) malam, lanjut Ida, diharapkan dapat mencegah terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan membantu pekerja/buruh yang dirumahkan atau berkurang gajinya karena pembatasan jam kerja.
"Upaya ini tidak lain agar tingkat pengangguran dan kemiskinan akibat pandemi dapat kita tekan," kata Ida Fauziyah dalam siaran pers Kemenaker, Jumat (23/7).
Kemenaker Terus Matangkan Program Bantuan Subsidi Upah 2021 (12558)
searchPerbesar
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Republik Indonesia Ida Fauziyah Foto: Kemenaker RI
Kemenaker sebagai salah satu pelaksana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), kata Ida, sejak 2020 telah menggulirkan empat program PEN dan menyentuh langsung sektor ketenagakerjaan di Indonesia.
Pertama, program BSU yang telah diberikan kepada 12,2 juta orang. Kedua, program kartu pra kerja yang menyasar pada 5,5 juta orang. Ketiga, program bantuan produktif usaha mikro yang mencapai 12 juta orang. Keempat, berbagai program padat karya di Kementerian/Lembaga yang menyasar 2,6 juta orang.
ADVERTISEMENT
"Keempat program tersebut merupakan wujud keseriusan Kemnaker sebagai salah satu pelaksana program PEN yang terus berupaya keras menanggulangi dampak pandemi COVID-19 di sektor ketenagakerjaan," kata Ida Fauziyah.
Ida menambahkan, pihaknya juga banyak meluncurkan program dalam penanganan dampak COVID-19 pada 2020 lalu. Yakni, pelatihan vokasi dengan metode blended training yang mencapai 121 ribu orang, pelatihan peningkatan produktivitas bagi 11 ribu tenaga kerja, serta sertifikasi kompetensi yang mencapai hampir 750 ribu orang.
Kemenaker Terus Matangkan Program Bantuan Subsidi Upah 2021 (12559)
searchPerbesar
Para pekerja Ibu Kota Jakarta berada di dalam rangkaian kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Manggarai, Jakarta, Kamis (6/5). Foto: Aprillio Akbar/Antara Foto
Program lainnya terkait jaring pengaman perluasan kesempatan kerja seperti program wirausaha, padat karya, dan inkubasi bisnis yang total mencapai 322 ribu orang.
Tak ketinggalan, Kemenaker juga melakukan jejaring kerja sama penempatan tenaga kerja di tengah pandemi, dengan berhasil menempatkan 948 ribu tenaga kerja di dalam maupun di luar negeri.
ADVERTISEMENT
"Jika kita total upaya pemerintah memitigasi dampak pandemi di sektor ketenagakerjaan tadi jumlahnya bisa mencapai 34,6 juta orang, melebihi penduduk usia kerja terdampak COVID-19, yang menurut survei BPS mencapai 29,12 juta orang," ujar Ida.
Ida menjelaskan, untuk memastikan investasi dapat menyerap tenaga kerja secara optimal, maka pemerintah telah berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam memberikan perizinan investasi.
Kemenaker Terus Matangkan Program Bantuan Subsidi Upah 2021 (12560)
searchPerbesar
Ilustrasi pekerja perkantoran. Foto: Instagram/@aniesbaswedan
Hal ini diperlukan agar investasi yang bisa dilakukan benar-benar sesuai kebutuhan dan keunggulan karakteristik masing-masing daerah, serta bisa memberikan kontribusi maksimal bagi pembangunan termasuk, dalam hal penyerapan tenaga kerja.
"Pemerintah juga menjalankan strategi kolaborasi lintas sektoral dalam hal pengembangan investasi yaitu dalam pelaksanaan proyek-proyek strategis nasional yang dalam pelaksanaannya melibatkan berbagai K/L," jelasnya.
ADVERTISEMENT
"Misalnya program pengembangan daerah pariwisata super prioritas, Kemnaker melalui BLK ikut terlibat dalam pengembangan kualitas SDM pekerja yang ada," pungkas Ida.