kumparan
12 Februari 2020 18:18

Kemenhub Belum Berencana Larang Penerbangan dari dan ke Singapura

PTR,  virus corona, Kota Wuhan, China diisolasi
Petugas memindai masyarakat dengan alat khusus untuk mendeteksi virus corona di Wuhan, China. Foto: AFP/HECTOR RETAMAL
Status bahaya virus corona atau COVID-19 di Singapura berada di level oranye, satu tingkat di bawah level bahaya tertinggi, merah. Terkait kondisi tersebut, Kementerian Luar Negeri menyebut belum akan mengeluarkan larangan penerbangan dari dan ke Singapura seperti yang diterapkan pada China.
ADVERTISEMENT
Staf Khusus Kementerian Perhubungan, Aditia Irawati, mengatakan pihaknya harus berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait sebelum memutuskan untuk menunda atau menutup penerbangan ke Singapura.
"Sampai saat ini kami belum ada rencana melakukan penundaan seperti yang dilakukan dari dan menuju China. Tergantung dinamika penyebaran virus ini. Kami akan intens berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kesehatan," kata Aditia di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/2).
Aditia menjelaskan, arus penumpang dari dan menuju Singapura terhitung cukup tinggi, yaitu dalam kisaran angka 5,6 juta kapasitas kursi per tahun.
Status oranye Singapura virus corona Merlion Park
Salah satu wisatawan berkunjung ke Merlion Park di Singapura setelah penetapan status level oranye. Foto: REUTERS/Feline Lim
Meski belum akan mengeluarkan kebijakan terkait penerbangan, Kemenhub tetap menyiapkan langkah-langkah antisipasi bagi masyarakat yang ingin berpergian ke Singapura ataupun turis dari Singapura yang akan masuk ke Indonesia.
ADVERTISEMENT
"Thermal scanner ada di bandara dan pelabuhan, komunikasi intens dengan kantor kesehatan pelabuhan. Kerja sama intens dengan Imigrasi dan Bea Cukai terkait kargo, awak kapal, dan awak pesawat," pungkasnya.
Sebelumnya, Jubir Kemlu Teuku Faizasyah mengatakan, pemerintah Indonesia tidak mengeluarkan travel warning karena Singapura tak memberlakukan kebijakan isolasi akibat wabah virus corona.
"Apakah kemudian Singapura menjadi tertutup untuk kita melakukan kunjungan atau menerima warga Singapura, tidak ada perubahan posisi," kata Faizasyah di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/2).
"Dari sisi kebijakan, pemerintah sampai sekarang tidak ada pembatasan travel dan tidak membatasi penerbangan untuk wilayah-wilayah yang tidak menjalani posisi ditutup atau diisolasi," imbuhnya.
Pemerintah Singapura menetapkan status bahaya virus corona pada level oranye pada 7 Februari lalu. Status ini sama saat wabah SARS pada 2003 silam.
ADVERTISEMENT
Per Rabu (12/2), sudah 47 orang di Singapura yang terjangkit virus corona, dan salah satunya adalah WNI. Hal ini juga menyebabkan menurunnya kunjungan wisatawan asing ke Singapura sekitar 30 persen.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan