Kemenkes Investigasi Kasus ‘Vaksin Bodong’ di Karawang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi. Foto: Kemkes RI
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi. Foto: Kemkes RI

Kasus dugaan ‘vaksin bodong’ yang disuntikkan ke sejumlah warga di Karawang masih terus berlanjut. Isu ini menjadi viral setelah warga bernama Tari Nurfadilah mengunggah klaim bahwa saat divaksinasi, ia tidak disuntik dengan cairan vaksin.

Kementerian Kesehatan RI pun sampai ikut turun tangan dalam menyelidiki isu ini. Hal tersebut langsung dikonfirmasi oleh Juru Bicara Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi.

“Ini sedang diinvestigasi bersama Dinas Kesehatan Karawang, ya,” ujar Nadia lewat pesan singkat kepada kumparan, Sabtu (17/7).

kumparan post embed

Kasus dugaan 'vaksin bodong' ini terjadi di Puskesmas Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Perkara ini dimulai ketika Tari memutuskan untuk mengunggah video di Instagram Story yang menunjukkan dirinya divaksinasi corona. Tari merasa cairan vaksin tidak disuntikkan ke dalam tubuhnya, sehingga dia berkesimpulan bahwa ia disuntik dengan ‘vaksin bodong’.

Unggahan Instastory Tari soal 'vaksin bodong' di Karawang yang viral. Foto: Dok. Pribadi

Tudingan bahwa suntikan yang diberikan kepada Tari adalah ‘vaksin bodong’ ini sontak menyita perhatian publik. Bahkan, Bupati Karawang dan Polres Karawang langsung mendatangi Tari dan sejumlah temannya untuk memeriksa perkara ini lebih lanjut.

Sebanyak 12 saksi juga diperiksa untuk dimintakan keterangan lebih lanjut. Tak hanya itu, 600 spuit atau alat suntik dan dua boks vial vaksin Sinovac diamankan oleh Polres Karawang.

Pemeriksaan sampel darah Tari beserta kedua temannya, Ipeh dan Rima, juga masih akan dilakukan.

Sampel darah diperlukan untuk mengetahui terbentuknya antibodi di tubuh ketiga orang itu. Antibodi itu kemudian akan diteliti, apakah mengandung cairan vaksin Sinovac atau tidak.

kumparan post embed