News
·
15 Maret 2021 16:31

Kemenkes: Jangan Takut Divaksin COVID, Vaksin Kedaluwarsa 25 Maret Sudah Tak Ada

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kemenkes: Jangan Takut Divaksin COVID, Vaksin Kedaluwarsa 25 Maret Sudah Tak Ada (326596)
searchPerbesar
Jubir vaksinasi corona dr.Siti Nadia Tarmizi dari Kemenkes. Foto: BNPB
Publik dihebohkan dengan isu vaksin COVID-19 yang dipesan Indonesia dari Sinovac akan kedaluwarsa pada 25 Maret mendatang. Padahal program vaksinasi sendiri baru dimulai di Indonesia pada Januari 2021 lalu.
ADVERTISEMENT
Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, sudah memberikan penjelasan detail terkait ini. Ia meminta masyarakat termasuk awak media yang akan mendapatkan jatah vaksinasi kedua pada 16-17 Maret 2021 untuk tenang dan tidak termakan isu.
"Jadi jangan takut teman-teman awak media ataupun juga masyarakat yang lainnya bahwa vaksin yang akan kedaluwarsa saat ini sudah tidak ada lagi. Karena sebagian itu sudah disuntikkan pada waktu kita menyelesaikan tahap pertama yaitu dosis pertama untuk tenaga kesehatan," ujar Nadia dalam konferensi pers secara virtual, Senin (15/3).
"Sebagian dari dosis kedua untuk tenaga kesehatan dan sebagian lagi itu adalah pemberi pelayanan publik pada dosis penyuntikan pertama," sambungnya.
Untuk program vaksinasi berikutnya yang mulai berjalan untuk kelompok rentan dan masyarakat umum, kata Nadia, pemerintah menggunakan vaksin buatan Bio Farma. Vaksin ini merupakan olahan dari bulk vaksin Sinovac.
ADVERTISEMENT
"Jadi kemasannya berbeda dengan yang akan kedaluwarsa di bulan Maret ini. Karena itu adalah vaksin Sinovac yang kita terima dalam bentuk langsung jadi atau vaksin coronavac yang bentuknya itu satu dosis kecil vial berisi itu satu dosis untuk penyuntikan 1 orang," ucap Nadia.
"Nanti yang akan ataupun yang sekarang kita gunakan ini adalah sebagian besar adalah vaksin produksi Bio Farma yang masa edarnya juga masih cukup lama. Artinya 6 bulan juga tapi kan baru Februari produksinya jadi cukup waktu. Vaksin COVID-19 ini bentuknya adalah vial botol besar yang berisi untuk penyuntikan 9-11 orang," tutupnya.
Sebenarnya istilah yang tepat untuk isu ini adalah vaksin habis masa simpan. Jadi, dalam pemberian izin darurat, BPOM menelurkan juga izin masa umur simpan vaksin yakni 6 bulan.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020