News
·
13 Januari 2021 19:18

Kemenkes: Nakes Sasaran Vaksinasi yang Belum Daftar Ulang Bisa Bawa Suket

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kemenkes: Nakes Sasaran Vaksinasi yang Belum Daftar Ulang Bisa Bawa Suket (130302)
Petugas kesehatan memberikan contoh cara memvaksin seorang warga saat simulasi pemberian vaksin corona Sinovac di Puskesmas Karya Jaya, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (13/1). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO
Vaksinasi corona sudah dimulai dan akan dilakukan secara bertahap. Tenaga kesehatan menjadi prioritas pemerintah dalam vaksinasi tahap awal ini.
ADVERTISEMENT
Tenaga kesehatan dan juga masyarakat akan mendapatkan SMS blast atau SMS serentak terkait vaksinasi. Kepala Pusat Data dan Informasi Kemenkes Anas Ma'ruf mengatakan, bagi tenaga kesehatan yang belum terdaftar atau belum mendapatkan SMS blast, maka bisa mendaftar ulang dengan membawa surat keterangan.
"Bagi mereka yang belum terdaftar dan merasa adalah tenaga kesehatan atau SDM kesehatan yang belum dapat blasting dan sebagainya, maka masih dikasih kesempatan untuk daftar ulang dengan minta surat keterangan yang menyatakan yang bersangkutan SDM kesehatan kepada fasilitas kesehatan di mana yang bersangkutan bekerja. Kemudian kirim email ke vaksin@pedulilindungi,id," kata Anas dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (13/1).
Setelah mendaftar ulang dengan menyertakan surat keterangan, Kemenkes akan melakukan validasi data. Jika data sudah valid, maka akan dimasukkan di Satu Data Vaksin dan akan dikirimkan SMS blast.
Kemenkes: Nakes Sasaran Vaksinasi yang Belum Daftar Ulang Bisa Bawa Suket (130303)
Simulasi vaksinasi corona di Rumah Sakit TNI-AD Kota Lhokseumawe. Foto: Dok. Istimewa
"Dengan sistem informasi dan blasting yang sudah dilakukan mulai dari kemarin tanggal 12 malam tepatnya dan hari ini juga diteruskan, dan kami harapkan bahwa sudah diterima oleh para tenaga kesehatan dalam hal ini adalah mereka yang bekerja di fasilitas kesehatan, yang baik itu tenaga kesehatan maupun tenaga penunjang. Jadi kita menyebutnya sebagai SDM kesehatan, sehingga diharapkan untuk melakukan registrasi," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Untuk SMS blast ini, pemerintah bekerja sama dengan sejumlah provider yang difasilitasi Kominfo. Diharapkan dengan langkah ini, pemerintah bisa mendata calon penerima vaksin dengan mudah, sehingga bisa diarahkan untuk vaksinasi.
"Dilakukan SMS blasting kepada seluruh calon penerima vaksin. Setelah target terima harus registrasi lewat web pedulilindungi.id atau UMB *119#. Bagi mereka yang tidak melakukan respons atau tidak ada fasilitas, maka akan petugas yang mendatangi antara lain melibatkan TNI, Polri, Babinsa, dan petugas kesehatan," jelasnya lagi.
"Kalau sudah registrasi, maka akan ditabulasi dalam sistem aplikasi ini. Hasilnya akan disampaikan ke fasilitas kesehatan lewat aplikasi PCare BPJS," pungkasnya.