News
·
21 September 2020 17:01

Kemenkes: Penularan Corona Bukan di Kantor Kementerian, Ada yang Kena di Lab

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kemenkes: Penularan Corona Bukan di Kantor Kementerian, Ada yang Kena di Lab (483)
Ilustrasi virus corona. Foto: kumparan
Dirjen Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Achmad Yurianto mengungkapkan bahwa mayoritas pegawai terpapar corona bukan di kantor Kemenkes. Mereka bekerja di berbagai tempat, seperti RSD Wisma Atlet dan laboratorium.
ADVERTISEMENT
"Merekalah yang kemudian terpapar. SOP sudah dijalankan dengan baik tapi risiko pekerjaan luar biasa. Ada juga pegawai Kemenkes yang bekerja di laboratorium memang tidak pernah ketemu pasien tapi ketemu virusnya langsung," kata Yuri dalam rilis di situs Kemenkes, Senin (21/9).
dr. Yuri mengatakan penularan COVID-19 tidak terjadi di kantor tapi terjadi di banyak tempat. Petugas lab yang harus memeriksa spesimen lebih dari 1.000 setiap harinya, risiko itu pasti ada. Ini bagian dari risiko yang sudah diprediksi.
“Ini adalah risiko yang kita tanggung. Ini bukan tertular di kantor Kemenkes, di kantor kementerian orangnya tinggal sedikit karena berada di pos-pos terdepan melaksanakan penanganan COVID-19,” jelas dr. Yuri.
Kemenkes: Penularan Corona Bukan di Kantor Kementerian, Ada yang Kena di Lab (484)
Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto. Foto: BNPB
Kemenkes menerapkan SOP yang sangat ketat, bagi pegawai yang boleh ditugaskan adalah mereka yang tidak memiliki komorbid. Sementara SOP di kantor Kemenkes diharuskan penyemprotan disinfekatan tiga kali dalam seminggu mencakup seluruh ruangan yang ada di kantor Kemenkes.
ADVERTISEMENT
Tak hanya kantor, semua pegawai setelah melakukan tugas bergantian harus diswab, termasuk menteri kesehatan setelah melakukan kunjungan kerja ke daerah begitu kembali ke kantor harus diswab.
“Dengan swab yang banyak kita bisa temukan semua orang positif COVID-19 karena memang tujuan kami melakukan proteksi pada pegawai supaya mereka bisa terjaga betul kondisi fisiknya dan kinerja ya bisa maksimal,” ucapnya.
Inilah bahayanya pennyakit menular yang dibawa manusia. Apalagi kebanyakan kasus yang ditemukan orang tanpa gejala (OTG).
“Ini adalah penyakit menular yang faktor pembawa penyakitnya adalah orang. Gambaran akhir-akhir ini sudah semakin terlihat bahwa kasus-kasus yang terkonfirmasi positif dari pemeriksaan swab itu sebagian besar bahkan ada yang memperkirakan 80% tanpa gejala. Inilah yang jadi problem, karena mereka tidak sakit,” ucapnya.
ADVERTISEMENT
Menurut data Pemprov DKI, hingga hari ini ada 252 orang di Kemenkes terpapar corona. Namun menurut Yuri, kini tinggal 10 yang masih sakit, sisanya sudah sembuh.