News
·
21 September 2020 15:59

Kemenkes: Sekarang Tidak Ada Lagi Klaster Kantor, Sudah Klaster Jabodetabek

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kemenkes: Sekarang Tidak Ada Lagi Klaster Kantor, Sudah Klaster Jabodetabek (31140)
Klaster Corona di Jakarta 18 September. Foto: Pemprov DKI Jakarta
Dirjen Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Achmad Yurianto menyebut, pegawai Kemenkes banyak terinfeksi corona bukan di lingkungan kantornya. Sebab, kata dia, mayoritas pegawai Kemenkes menggunakan transportasi umum.
ADVERTISEMENT
"Pegawai Kemenkes banyak yang bertempat tinggal di Jabodetabek, yang setiap hari berangkat dari rumahnya dengan menggunakan berbagai moda transportasi sehingga risiko penularan bisa terjadi di mana saja," kata Yuri dalam rilis di situs resmi Kemenkes, Senin (21/9).
Yuri menyebut pegawai Kemenkes yang positif COVID-19 penularannya tidak terjadi di kantor. Bahkan ia menekankan bahwa sekarang tidak ada lagi disebutkan klaster perkantoran, tapi klaster Jabodetabek.
“Kontak tracing yang kita lakukan terhadap semua pegawai Kemenkes yang positif COVID-19 itu penularannya tidak terjadi di kantor. Sekarang ini tidak bisa lagi disebutkan klaster kantor, ini sudah klaster Jabodetabek,” tuturnya.
Kemenkes: Sekarang Tidak Ada Lagi Klaster Kantor, Sudah Klaster Jabodetabek (31141)
Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto. Foto: Indra Fauzi/kumparan
Kemenkes, kata dia, menerapkan SOP yang sangat ketat, bagi pegawai yang boleh ditugaskan adalah mereka yang tidak memiliki komorbid. Sementara SOP di kantor Kemenkes diharuskan penyemprotan disinfektan tiga kali dalam seminggu mencakup seluruh ruangan yang ada di kantor Kemenkes.
ADVERTISEMENT
Tak hanya kantor, semua pegawai setelah melakukan tugas bergantian harus diswab, termasuk Menteri Kesehatan setelah melakukan kunjungan kerja ke daerah begitu kembali ke kantor harus diswab.
“Dengan swab yang banyak kita bisa temukan semua orang positif COVID-19 karena memang tujuan kami melakukan proteksi pada pegawai supaya mereka bisa terjaga betul kondisi fisiknya dan kinerja ya bisa maksimal,” ucapnya.