News
·
22 November 2020 19:19

Kemenkes Turunkan 5 Ribu Pelacak Contact Tracing di 10 Provinsi Prioritas

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kemenkes Turunkan 5 Ribu Pelacak Contact Tracing di 10 Provinsi Prioritas (49103)
Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. H. Muhammad Budi Hidayat, M. Kes. Foto: Dok. BNPB
Kemenkes dan Satgas Penanganan COVID-19 telah menurunkan lebih dari 5 ribu pelacak contact tracing ke 10 provinsi yang dianggap masif penularan corona-nya.
ADVERTISEMENT
Menurut Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit M Budi Hidayat, tim ini diharapkan bisa membantu mengendalikan angka kasus corona. Budi tak menyebut daera mana saja yang dimaksud.
"Saat ini kemenkes dan Satgas telah menurunkan lebih dari 5000 pelacak kontak di 10 provinsi prioritas untuk menelusuri penularan dan kontak erat," ujar Budi dalam konferensi pers di Graha BNPB, Minggu (22/11).
Tak hanya dipantau per daerah, kata Budi, pelacakan nantinya akan dimulai dari skala terendah guna memutus rantai penularannya. Siapa pun yang diduga memiliki kontak erat dengan pasien atau baru pulang dari luar daerah, wajib menjalani isolasi selama 14 hari.
"Pelacakan dilakukan secara agresif di tingkat kecamatan terutama yang memiliki kerumunan dengan jumlah massa besar. Selain itu juga dilakukan pemantauan yang lebih intensif terjadinya penularan dalam 14 hari ke depan," ucap Budi.
ADVERTISEMENT
"Kemenkes bersama fasyankes terus melakukan pelacakan di tingkat kecamatan sampai dengan Puskesmas," lanjut dia.
Tak hanya itu, penguatan tracing, menurut Budi, jadi jalan lainnya yang kini juga ditempuh Kemenkes. Hal itu untuk dilakukan untuk memperkecil berkembangnya lagi kasus penularan baru di beberapa daerah.
"Percepatan pemeriksaan spesimen dan merujuk kasus konfirmasi tanpa gejala ke wisma atau hotel tempat isolasi. Penguatan tracing dengan rasio 1 banding 30 yakni 1 pasien berbanding 30 kontak erat yang yang dilacak," pungkasnya.