Donald Trump dan Joe Biden

Kemungkinan Besar Pengumuman Pemenang Pemilu AS 2020 Tertunda

4 November 2020 2:29
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Warga menggunakan masker mengisi surat suara pemilihan Presiden Amerika Serikat di Peru, Illinois, Amerika Serikat. Foto: REUTERS / Daniel Acker
zoom-in-whitePerbesar
Warga menggunakan masker mengisi surat suara pemilihan Presiden Amerika Serikat di Peru, Illinois, Amerika Serikat. Foto: REUTERS / Daniel Acker
ADVERTISEMENT
Masyarakat Amerika Serikat (AS) mulai menggunakan hak suaranya dalam Pemilu AS 2020 pada Selasa (3/11) waktu setempat. Namun tak sedikit yang memilih jauh-jauh hari karena pandemi virus corona.
ADVERTISEMENT
Biasanya hasil Pemilu AS akan langsung diketahui pada Selasa malam usai tempat pemungutan di setiap negara bagian ditutup pada sore hingga menjelang malam. Namun pada Pemilu AS 2020 ini, ada kondisi yang membuat hasil akhir tertunda.
Terlebih jika salah satu kandidat capres, antara Donald Trump atau Joe Biden, tak segera mengumumkan kemenangan atau kekalahan. Maka kemungkinan yang terjadi adalah sengketa Pemilu.

Potensi Penundaan karena Pemungutan Suara Lewat Pos

Presiden AS Donald Trump dan calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden. Foto: Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump dan calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden. Foto: Reuters
Dikutip dari News Sky, Rabu (4/11), surat suara melalui pos kemungkinan besar bisa menunda proses pengumuman hasil akhir. Pasalnya, pemungutan surat suara melalui pos membutuhkan waktu lebih lama.
Terlebih jika ada gugatan hukum di sejumlah negara bagian, maka bisa dipastikan proses penghitungan bisa sampai berhari-hari.
ADVERTISEMENT
Pandemi corona membuat jutaan masyarakat AS memilih menggunakan haknya lewat pos untuk menghindari antrean panjang di TPS. Negara bagian yang mengadakan pemilihan melalui pos di antaranya Colorado, Hawaii, Oregon, Utah, dan Washington.
Kemudian ada beberapa negara bagian yang seharusnya menerima suara pos dengan cap pada hari pemilihan, tetapi baru diterima setelahnya, termasuk di battleground North Carolina dan Texas.
Sementara, petugas memverifikasi surat suara dengan mencocokkan tanda tangan, nama, dan alamat yang tertera di luar amplop dengan yang dimiliki pemilih yang tercatat secara resmi. Kondisi ini menambah waktu lama proses pemungutan suara.
Surat suara dapat dilihat di Gedung Pengadilan Northampton County pada Hari Pemilihan di Easton, Pennsylvania, AS, Selasa (3/11). Foto: RACHEL WISNIEWSKI/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Surat suara dapat dilihat di Gedung Pengadilan Northampton County pada Hari Pemilihan di Easton, Pennsylvania, AS, Selasa (3/11). Foto: RACHEL WISNIEWSKI/REUTERS
Namun penundaan tak berlaku bagi negara bagian yang sudah sangat condong ke satu arah, seperti California untuk Partai Demokrat atau Utah untuk Republik. Penundaan dalam mendapatkan hasil akhir kemungkinan tidak akan mencegah pemilihan di negara bagian tersebut karena hasil sudah bisa ditebak.
ADVERTISEMENT
Tetapi negara bagian yang termasuk swing state atau battleground, termasuk Pennsylvania dan Michigan telah memperketat aturan tentang surat suara pos yang masuk. Ini berarti dapat terlihat kemungkinan penundaan pengumuman hasil akhirnya.
Namun, banyak negara bagian yang mengizinkan proses penghitungan suara dimulai sebelum hari pemilihan, selama surat suara pos tidak dihitung dan tidak ada jumlah yang dirilis sebelum waktu penutupan pemungutan suara. Ini dapat membantu mempercepat proses.
Seorang wanita memberikan suara melalui surat selama pemilihan presiden AS 2020 di Hoboken, New Jersey, AS, Selasa (3/11). Foto: EDUARDO MUNOZ/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Seorang wanita memberikan suara melalui surat selama pemilihan presiden AS 2020 di Hoboken, New Jersey, AS, Selasa (3/11). Foto: EDUARDO MUNOZ/REUTERS
Trump selama ini mengisyaratkan hasil Pemilu mungkin harus diselesaikan oleh Mahkamah Agung. Dia berulang kali mengeklaim pemilihan melalui pos akan menyebabkan kecurangan yang meluas, meski sejauh ini belum ada bukti dari tudingan ini.
Trump juga menyerukan sistem pengadilan federal untuk memastikan pemenang pemilu dipanggil hanya beberapa jam setelah pemungutan suara ditutup, meskipun ada aturan yang mengizinkan penghitungan surat suara lewat pos beberapa hari setelahnya.
ADVERTISEMENT

Berapa Lama Penundaan Hasil Akhir Pemilu AS?

Kandidat Presiden AS dari Partai Republik Donald Trump dan Kandidat dari Partai Demokrat Joe Biden saat town hall meeting secara terpisah, Jumat (16/10). Foto: REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Kandidat Presiden AS dari Partai Republik Donald Trump dan Kandidat dari Partai Demokrat Joe Biden saat town hall meeting secara terpisah, Jumat (16/10). Foto: REUTERS
Terlepas dari masalah penundaan surat suara pos, idealnya kandidat capres sudah bisa mengumumkan kemenangan maupun kekalahannya pada malam hari.
Sementara Pada H-1 pemilihan, tercatat sudah 69,5 juta orang Amerika mengirimkan surat suara mereka. Angka ini lebih dari setengah total suara yang dihitung saat Pemilu 2016.
Namun, karena tahun ini ada lonjakan jumlah suara yang dikirim lewat pos, banyak negara bagian kunci (swing state) tidak mungkin mengumumkan hasil pada malam pemilihan.
Kemudian, kondisi beberapa negara bagian yang mengizinkan penghitungan suara bahkan setelah 3 November, membuat pemilu tahun ini dapat berlangsung lebih lama.
Setiap negara bagian harus mulai mengesahkan hasilnya mulai 10 November, meskipun itu bisa ditunda jika ada penghitungan ulang. Setiap negara bagian kecuali California harus mengesahkan hasilnya sebelum 8 Desember.
ADVERTISEMENT
Dalam pemilihan 3 November, masyarakat AS sebenarnya tak memilih secara langsung presiden namun memilih para electors. Sistem ini yang dikenal sebagai electoral college.
Para electors yang terpilih dalam menentukan siapa yang layak jadi presiden baru memberikan suara mereka pada 14 Desember. Trump dan Biden pun minimal harus mengantongi 270 suara electors untuk bisa duduk di Gedung Putih dari total 538 suara.
Infografik Obral Janji Trump vs Biden.
 Foto: Tim Kreatif kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Infografik Obral Janji Trump vs Biden. Foto: Tim Kreatif kumparan
----------------------------------
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
3 November 2020, kursi Presiden AS diperebutkan. Donald Trump dan Joe Biden adu kekuatan untuk duduk di singgsana orang nomor satu di Negeri Paman Sam. Simak ulasan selengkapnya dalam collection berikut.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten